
Pono Banoe dan Kamus Umum Musik setebal 1.200-an halaman. (foto: andisn)
DI TOKO-toko buku, kebanyakan yang terlihat adalah buku tutorial bermain alat musik. Sedikit buku panduan tentang pendidikan musik. Di sekolah-sekolah, guru musik juga sedikit sekali. Hal itu dirasakan betul oleh Prof. Dr. Pono Banoe, MA. DMusEd. “Cari guru musik itu susah sekali, terakhir saya seminar di Palangkaraya (Kalimantan Tengah) dari 187 orang, yang ngaku bisa cuma enam orang,” kata Pono. “Pendidikan musik di kita dinomorsekiankan.”
Keresahan itulah yang kemudian membuat Pono serius mendalami dunia musik. “Saya ini mimpinya banyak dari saya enggak bisa musik terus sekolah musik. Lantas saya jadi guru,” ujarnya kepada saya pekan lalu di Jakarta.
Cita-citanya terwujud pada 2005, ia mendirikan Music Education College Suling Bambu bagi guru, mahasiswa, artis, atau musisi yang ingin mendalami musik. Ia mendapat restu dari Kementerian Pendidikan, dengan kurikulum mandiri buatannya.


