penutupan sumutWarta  -  Warta Fokus/WASPADA ONLINE - Sunday, 01 November 2009 23:24

By Andi Sapto Nugroho

JAKARTA – Hari ini acara Sumatera Utara Expo 2009 resmi ditutup. Namun beberapa peserta maupun pengunjung pameran merasa kurang begitu semarak, bila dibanding dengan tahun lalu. Biaya promosi yang mencapai Rp200 juta pun terkesan tidak berarti.

“Untuk sewa gedung saja sekitar Rp500 juta, itu pengeluaran paling atas. Kalau untuk promosi kalau tidak salah sekitar Rp200 juta, dibawahnya lagi yang lain-lain terkait produksi,” ujar koordinator Panitia Sumut Expo 2009, Mei Baladewa kepada Waspada Online disela-sela penutupan acara Sumut Expo malam ini.

Baca Selanjutnya

KeretadiGambir4939sWarta – Nusantara / WASPADA ONLINE - Monday, 31 August 2009 17:01

By Andi Sapto Nugroho

JAKARTA – Jelang arus mudik lebaran tahun 2009 atau bertepatan dengan 1 Syawal 1430 H stasiun Gambir, Jakarta Pusat sudah menyiapkan kereta khusus lebaran sebanyak 6 kereta, selain operasional 34 kereta reguler tiap harinya.

Enam kereta lebaran tersebut antara lain KA Kamandanu Lebaran (Gambir-Semarang), KA Argolawu 1 Lebaran (Gambir-Solo), KA Argolawu 2 Lebaran (Gambir-Solo), KA Gajayana Lebaran (Gambir-Malang), KA Purwojaya Lebaran (Gambir-Purwokerto), dan KA Cirebon Express (Gambir-Cirebon).

Empat diantaranya melayani kelas Eksekutif sementara hanya dua kereta yang melayani kelas Bisnis yaitu KA Purwojaya (kelas bisnis) dan KA Cirebon Express (bisnis dan eksekutif)..

Baca selanjutnya

masjid-cut-mutia-225x300Wednesday, 26 August 2009 18:04
Ragam – Features/ WASPADA ONLINE

by Andi Sapto Nugroho

JAKARTA – KAMIS, 14 Juni 1991 rombongan haji presiden Soeharto dan istrinya, Tien Soeharto mendarat di Bandara Halim Perdana Kusumah. Sekitar pukul 11 siang, mereka kemudian telah tiba ke Masjid Cut Mutiah, Menteng, Jakarta Pusat untuk melakukan sujud syukur.

“Inilah masjid terdekat di Menteng,” ujar Heri Heriawan,  ketua pelaksana harian yayasan Masjid Cut Mutiah

Masjid yang terletak di daerah Jakarta Pusat ini memang menyimpan banyak sejarah. Masjid Cut Mutiah sempat terseret dalam arus perpolitikan. Ini sebagai imbas karena di tempat inilah penandatanganan Petisi 50, sebuah protes beberapa kalangan yang tidak setuju dengan kebijakan Presiden Soeharto waktu itu.

Baca selanjutnya

kartu-lebaranThursday, 10 September 2009 17:25
Ragam – Features/ WASPADA ONLINE

by Andi Sapto Nugroho

JAKARTA – BASYIR tengah sibuk menata kartu-kartu lebaran yang ada di hadapannya. Gurat di dahinya sudah lekat, matanya pun tampak redup, umurnya pun sudah tidak muda lagi, 56 tahun. Kecintaannya pada kartu-kartu lebaran, membuatnya tetap setia berjualan dalam ratusan tumpukan kartu lebaran.

”Kalau kata mbah Surip, cinta-nya full,” kata pemilik nama lengkap Basyir Syarif saat Waspada Online menyambanginya di gedung Kantor Pos Ibukota, Jakarta Pusat.

Ia hanya ditemani anak perempuannya. Tak banyak orang yang singgah di stan dagangannya. Hanya sesekali. Melihat-lihat kemudian membolak-balik kartu lebaran itu. Membaca kata-katanya, dan kemudian pergi. Kantor Pos saat itu cukup ramai.

Baca selanjutnya

/5/

Lagu Cinta di Pucuk Malam

selingkuhSehari ini aku begitu berat. Presentasi rencana tulisan, bertemu calon narasumber, dan sengatan matahari seperti menumpahkan beratnya padaku. Ketis.

Muka kubasuh begitu sampai kantor. Pori-pori mukakku seperti meminta lebih dan lebih, mereka memanggil: lagi..lagi.. Air itu begitu menelusup ruang-ruang mukaku, kemudian berkirim ke otakku. Dan kemudian kucerna, entah dari mana kata itu muncul: Brrr.

Tapi aku seperti menemukan air, setelah berlari-lari kecil di gurun, tak bertemu setetes air pun. Mukaku binar, alisku tegak, mataku nyalang, dan dahiku lepas dari linyitnya timbal.

Sempurna sudah hari ketika Adzan Magrib bersahut dari corong masjid sebelah kantor. Tak kutemukan senja yang indah hari ini. Di luar masih begitu padat, aku putuskan mampir terlebih dulu di cafe Oz, tempat aku menyambangi kopi, roti kecilku dan beberapa cerita.

Baca selanjutnya