Ibu Pecandu Alkohol, Anak Rentan Meniru

ANDA seorang wanita peminum? Sejak sekarang Anda harus berpikir ulang untuk meneruskan kebiasaan buruk tersebut. Bagi wanita yang suka menghabiskan waktu dengan minuman yang berakohol akan berimbas buruk bagi anak-anak. Yaitu mewariskan kebiasaan buruk bagi masa depan anak-anak.

Dalam sebuah artikel yang dilansir Daily Mail, Senin (10/12), seorang remaja yang memiliki ibu suka minum akan cenderung memiliki masalah alkohol di masa dewasa. Makanya, di Inggris diberlakukan aturan untuk mengontrol harga minuman beralkohol supaya membatasi pesta minuman keras.

Barangkali para orang tua tidak menyadari, dengan minum sebotol anggur pada malam hari untuk menghilangkan stres, tapi sebetulnya hal itu secara tidak langsung berdampak pada keluarga.

Sebuah penelitian Demos, sebuah lembaga penelitian di Inggris, mengklaim bahwa sebanyakseperlima dari 2,5 juta anak hidup dengan orangtua yang kencanduan berat minuman beralkohol.

Mereka melakukan survei terhadap 17.000 orang dewasa berusia usia 30-an menyangkut konsumsi alkohol. Mereka ditanya seberapa sering ibu dan ayahnya minum ketika mereka berusia 16 tahun.

Para responden juga ditanya terkait efektivitas pola asuh orang tuanya dulu. Responden, yang memiliki ibu peminum, mengakui bahwa mereka kini peminum berbahaya, yang melebihiketentuan normal. Bagi seorang pria maksimal dalam sepekan cukup 21 kali dan wanita 14 kali.

Bagi ibu-ibu yang selalu minum alkohol, juga digambarkan oleh anak-anak mereka kurang peduli. “Banyak orang tua berpikir bahwa mereka minum sedikit tidak berdampak pada keluarga mereka. Mereka berpikir cukup memberi makan, memandikan anaknya, dan memastikan mereka bersekolah. Dan itu dianggap mereka telah memenuhi tugasnya yang paling penting,” tulis tim peneliti Demos tersebut, yang terdiri atas Jonathan Birdwell, Emma Vandore, dan Bryanna Hahn. “Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa penyalahgunaan alkohol berpotensi menghambat kemampuan mereka untuk menjadi orang tua yang berguna.”

Akhir bulan lalu, Pemerintah Inggris memberlakukan harga minimum beralkohol untuk mengurangi pesta minuman keras. Namun, Demos mengkritik usulan tersebut. Mereka berpendapat harusnya pemerintah lebih fokus pada kebiasaan orang tua peminum. Dalam laporannya Demos mengatakan bahwa pesta minuman keras adalah momok di Inggris. Miliaran rupiah dihabiskan untuk perawatan di rumah sakit karena kebiasaan tersebut dan akibat kriminalitas.

Menurut sumber mereka, konsumsi alkohol di Inggris mulai menurun 12 persen sejak 2004. Jumlah peminum usia 16-24 tahun juga menurun menjadi 48 persen pada 2010 dari angka 70 persen pada 2003. Penurunan lebih dramatis terjadi di kalangan muda berusia 11-15 tahun.

Demos juga meneliti peran orang tua dalam perkembangan hidup anak. Penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang baik dapat menjadi yang terbaik dalam pendekatan meminimalkan tingkat kecanduan minum berbahaya untuk jangka panjang.

Dalam laporan tersebut, “cinta kuat orang tua (tough love)”, pada anak bisa mengurangi kemungkinan minum berlebihan pada masa remaja dan dewasa. Studi ini menegaskan bahwa teladan orang tua jauh lebih berharga dibandingkan harga minuman alkohol.

Penulis Jonathan Birdwell mengatakan, “Anak-anak dalam keluarga harus menjadi prioritas nomor satu dan harga (minuman) yang lebih tinggi cenderung hanya meningkatkan penderitaan mereka.” “Pemerintah harus fokus pada memastikan bahwa orang tua yang menyalahgunakan alkohol memiliki semua dukungan yang mereka butuhkan untuk menjadi orangtua yang baik. “Ini adalah pendekatan yang terbaik untuk meminimalkan kerugian bagi anak-anak dan memastikan bahwa siklus konsumsi yang berlebihan akan berkurang,” kata Jonathan.

Ia menambahkan, “Perdana Menteri (David Cameron) mengatakan bahwa pesta minuman keras perlu” diserang dari setiap sudut. “Tetapi proposal cenderung terbatas pada solusi teknokratik seperti harga minimum.”

Selebritas dan Bisnis Minuman Keras

Pada akhir tahun lalu, BBC menurunkan sebuah laporan bahwa jumlah pasien yang masuk rumah sakit terkait konsumsi alkohol di Inggris melebihi satu juta orang. Jumlah yang masuk naik 12 persen antara 2008-2010. Jumlah pasien alkohol mencapai 1.057.000 pada 2009/2010, sedangkan periode 2008/2009 sekitar 945.500. Angka tersebut meningkat jauh dari angka 510.800 pada 2002/2003.

Para alkoholik cenderung rentan terserang penyakit liver, kanker, pankreatitis dan diabetes serta gangguan mental. Dalam situs drinkaware.co.uk, dalam kasus terburuk terkait penyalahgunaan alkohol adalah kerusakan paru-paru dan serangan jantung. Tapi penyakit hati cukup mendominasi.

Di Inggris telah terjadi peningkatan 25 persen kematian akibat penyakit hati dalam kurun satu dekade ini. Sebelumnya pada 2001 sebanyak 9.231 dan menjadi 11.575 pada 2009. Lebih dari 1 dalam 10 kematian dari orang-orang di usia 40-an berasal dari penyakit hati, kebanyakan dari mereka dari penyakit hati yang kecanduan alkohol (alkoholik).

Di sisi lain, bisnis minuman keras ini malah dilirik sebagai bisnis yang menjanjikan keuntungan. Karena itu pula, banyak selebritas dunia tergiur untuk terjun di bisnis minuman keras. The Huffington Post menurunkan artikel beberapa selebritas yang berbisnis wine dan bir itu.

Pertama, Richard Gere dengan label Tuscan. Ia meluncurkan wine yang diberi nama Tenuta pada Mei lalu. Produk tersebut diproduksi oleh San Filippo di Montalcino. Kedua, George Clooney juga meluncurkan pada Maret lalu sejenis tequila yang diberi nama Casamigos, bersama pemilik restoran Rande Gerber, suami dari aktris Cindy Crawford. Nama produknya tersebut terinspirasi dari rumah keduanya di Meksiko.

Ketiga, rapper asal Amerika Serikat, Alvin Nathaniel Joineratau dikenal Xzibit juga mengeluarkan produk jenis tequila yang bermitra dengan Bonita Spirits. Produk ini berbeda dengan tequila lain yang hanya tiga kali disuling, tapi produk ini didestilasi sampai lima kali. Keempat, aktris Hollywood Drew Barrymore yang merilis anggur pertamanya, “Barrymore Pinot Grigio awal tahun ini. Kesan kekunoannya memenangkan medali emas di Le Challenge Internasional du Vin di Prancis.

Kelima, pesepak bola Lionel Messi juga ikut-ikutan berbisnis ini. Ia meluncurkan wine bermerek Leo tahun ini. Itu atas dukungan dari produsen anggur di perkebunan Bandega Valentin Bianchi, Argentina.

Penjualan anggur tersebut seluruhnya akan dibagikan ke yayasan amal. Akan ada tiga jenis yang ditawarkan dengan slogan, “Leo, esencia Creadora” (Leo, esensi kreatif). Anggur putih diberi nama Torrontes dan anggur merah terbagi dalam dua jenis yaitu Malbec dan Malbec Premium.

Torrontes dan Malbec dikemas dengan label berbentuk kostum sepak bola dengan nama Leo. Untuk Malbec Premium, label yang dipilih adalah bentuk bola dengan nama Leo di tengahnya.

Kiprah Messi ini mengikuti jejak kawannya di Barcelona, Andres Iniesta yang juga bisnis anggur. Iniesta telah meluncurkan produknya pada akhir tahun 2011. “Usaha ini kerja sama dengan Leo Messi Foundation untuk proyek kesehatan dan pendidikan anak. Serta membangun kegiatan olahraga sebagai bagian penting dari perang melawan kemiskinan,” kata siaran pers resmi dari Bodega Valentin Bianchi.

Keenam, koki selebritas Tyler Florence juga berbisnis anggur mulai awal tahun ini. Ia bermitra dengan keluarga Michael Mondavi. Tyler akan menjual produknya, Tyler Florence Wines dan TF Limited-Production secara online.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s