Langsung ke isi

Hari Buruh yang Bersampah

1 Mei 2012

ADZAN Subuh di sekitar Jalan Tanah Abang 2 telah usai berkumandang. Sadri (25) sudah terbangun dan siap berangkat bekerja. Saban hari, ia harus memulai kerjanya pukul 05.00. Hari itu, ia tahu akan bekerja agar lebih ekstra ketimbang hari biasanya. Ribuan buruh bakal mengepung Istana Negara di Jalan Medan Merdeka Utara, memperingati Hari Buruh se-Dunia (May Day)

Tapi, Sadri tak terlalu cemas. “Ah biasa saja, setiap hari juga bekerjanya seperti ini,” ujar Sadri saat ditemui Jurnal Nasional di dekat Halte Monas, Selasa (1/5), di Jakarta. Sadri sehari-hari menjadi pekerja kontrak di Sarana Organ Resik (SOR), yang mengontrak beberapa orang untuk bekerja sebagai pembersih kota. Ada empat wilayah yang menjadi tanggungjawab SOR yaitu Menteng, Gondangdia, Gambir, dan Senayan. “Saya ditempatkan di Gambir,” katanya.

Sejak pagi massa buruh sudah mulai berdatangan ke pusat kota Jakarta. Mereka menuju di satu titik: Bundaran HI, kemudian long march (jalan kaki) menuju Istana Negara. Suara mereka sebagian besar menuntut penghapusan pekerja outsourcing (pekerja pihak ketiga), meningkatkan kesejahteraan pekerja kontrak, dan meminta setiap 1 Mei menjadi hari libur nasional: Hari Buruh Nasional.

Sampai Ashar, ribuan buruh masih belum meninggalkan Istana Negara, meskipun sebagian massa sudah mulai merangsek ke Stadion Gelora Bung Karno. Di tempat ini, akan ada orasi buruh, yang dihibur grup band Slank dan Srimulat. baca selanjutnya

Dari Johar 8: Menciptakan Nilai*

1 Mei 2012

MANUSIA tak lepas daripada nilai karena ia sebagai sebuah kualitas yang dihargai, dipegang, dikehendaki, dan dijunjung tinggi. Karena nilai pula itulah terkadang orang bertengkar untuk mendapatkannya. Dan itulah yang sekarang dialami oleh Pak Raden alias Drs Suyadi, pencipta si Unyil.

Di sini tidaklah berkaitan masalah nilai moralitas atau nilai hukum agama, tapi sebuah nilai estetis dari hasil kreativitas, yang memiliki nilai ekonomis. Pak Raden kehilangan nilai-nilai yang ada pada Si Unyil. Ia kehilangan segala bentuk klangenan-nya itu. Ia seperti terenggut separuh jiwanya. “Saya sudah tidak punya apa-apa,” katanya.

Dulu ketika mencipta boneka lucu itu, ia hanya memenuhi pekerjaan. Ia memang suka dengan dunia anak. Dia menciptakan tokoh idola anak-anak era 1980-an. Dengan tokoh itu, ia mendongeng; memberikan kisah-kisah kepada anak-anak tentang segalah hal, termasuk tentang nilai hidup: tidak boleh berbohong, mencuri, tapi untuk lebih mencintai sesama manusia.

Pak Raden tak pernah berpikir bahwa kelak karyanya itu akan mendatangkan sebuah nilai ekonomis. Sebuah penghasilan yang jutaan rupiah. Karena baginya, nilai yang ia ciptakan adalah sebagai wujud kesayangannya bagi anak-anak.

Di umurnya yang senja, ia mengeluhkan “anak kandungnya” itu telah direnggut dari pangkuannya. Ia berontak dengan segala ketidakmampuan fisiknya untuk merebut kembali. Ini karena nilai yang ia buat “disalahgunakan” orang lain.

Kisah hidup Pak Raden membuat semua orang mendadak mencintainya. Menteri BUMN Dahlan Iskan pun sampai merogoh koceknya untuk memberi “gaji” sebesar Rp10 juta per bulan, selama enam bulan ke depan. Calon Gubernur DKI Jakarta Alex Noerdin pun tergerak hatinya untuk membantu pengobatan Pak Raden. baca selanjutnya

Foke Tersandung Jari Tengah*

17 April 2012

Foke mengacungkan jari tengah di depan publik saat foto bersama anak band. Ia mengaku tak paham arti gerakan itu. Ia dianggap gagap budaya terhadap jamannya.

HEBOH foto Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengacungkan jari tengah di sejumlah media dalam jaringan (daring), Senin (16/4) di Jakarta. Foto-foto itu konon awalnya beredar di jejaring media sosial, twitter. Mencari foto awal yang beredar itu cukup kesulitan, sebab hampir kebanyakan “masyarakat twitter” mengutip dari sejumlah media daring tersebut.

Foto memperlihatkan Fauzi Bowo bersama seorang wanita muda di sampingnya mengacungkan jari tengah, yang dilingkari lingkaran merah. Dilihat kualitas fotonya sangat buruk: semacam potongan (cropping) dari sebuah foto utuh atau rekaman video. Dan barangkali, orang akan menyangka bahwa itu foto itu palsu atau penuh rekayasa.

Tapi, setelah saya browsing di internet, ternyata stasiun televisi swasta RCTI memiliki rekaman kejadian, yang bikin heboh di dunia maya itu. Dan, sepertinya – dugaan saya – foto yang beredar itu adalah hasil jepretan seseorang saat RCTI menayangkannya. baca selanjutnya

Tiga Kali Kopi di Lobi Fraksi*

2 April 2012

SEORANG office boy bolak-balik mengantar snack dalam kardus putih ke ruang rapat panja di Nusantara 2 Gedung DPR. Ini adalah kali kedua, setelah sorenya snack pertama diantar.

Sebelumnya, tiga kali pula dia mengantar kopi dan dua kali minuman mineral sejak rapat lobi dimulai pukul 15.30.

Waktu sudah menunjukkan pukul 22.00, tapi rapat lobi fraksi-fraksi tentang pasal 7 ayat 6A belum juga kelar. Padahal sebelum pukul 00.00, RUU APBN-P 2012 harus segera disahkan.

Dalam pasal 161 ayat 4 UU MPR/DPR/DPD/DPRD dikatakan bahwa penetapan harus segera dilakukan setelah satu bulan usulan RAPBN-P diserahkan ke DPR. “Jika tidak maka kembali ke UU APBN sebelumnya,” kata anggota Fraksi PPP Romahurmuziy di luar ruang robi.

Setengah jam kemudian, satu per satu anggota fraksi dari Demokrat, Golkar, PKS, PKB, PPP dan PAN keluar dari ruang lobi. Rapat lobi kelar.

Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas tenang melangkah. Di belakang mengikuti Sutan Bhatoegana dan anggota Fraksi Demokrat lainnya. Jurnal Nasional sempat disergah pengawal Ibas, ketika hendak mewawancarainya. “Nanti saja,” kata pengawal itu sambil menarik tangan saya. baca selanjutnya

Dari Johar 8: Bom Waktu*

2 April 2012

Drama politik parlemen Senayan untuk sementara jeda terlebih dulu. Sidang paripurna RUU APBN-P 2012, Jumat (30/3) yang berlangsung sekitar 13 jam, pada dasarnya membolehkan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM), asal memenuhi syarat. Yaitu harga minyak mentah Indonesia (ICP) mengalami kenaikan lebih besar dari 15 persen dari asumsi ICP APBN-P 2012, dengan perhitungan ICP selama enam bulan terakhir.

Perjuangan mahasiswa, buruh, dan ormas-ormas seakan-akan mampu ‘mengalahkan’ politik parlemen. Aksi turun jalan dengan pengrusakan fasilitas publik dan jatuhnya para korban, sebetulnya hanya menunda. Aksi mereka hanya menjadi sebuah alat politik pencitraan dari sebagian partai politik. baca selanjutnya

Dari Johar 8: Hypno-marketing

13 Maret 2012

“SAMA pulsa sekalian, Mas?”, “Tambah Rp2.000 lagi dapat produk ini loh, Bu?, “Ada yang lain lagi atau sudah cukup, Pak?”, atau “Enggak sekalian sama DVD-nya, Mbak, sedang promo?”.

Tentu, kejadian-kejadian seperti itu seringkali Anda jumpai ketika berhadapan dengan kasir atau salesman, entah itu di minimarket, supermarket, tempat makan waralaba, dan lain-lain. Dan itu berulang-ulang (repetisi) pada setiap pembeli.

Seorang kasir: yang ramah, mengulum senyum, dan berkata lembut, akan menawarkan sesuatu yang lain, ketika Anda sudah memegang belanjaan. Dan, terkadang pembeli menuruti saja rayuan si kasir. baca selanjutnya

Yang Muda Yang Berkarya (Korupsi)*

7 Maret 2012

CERITA korupsi di Indonesia seperti tak ada habisnya. Mati satu tumbuh seribu. Bentuknya bermacam-macam, mulai suap-menyuap, penyalahgunaan jabatan, gratifikasi, penggelapan pajak, atau pencucian uang (money laundry).

Terakhir, kita dikejutkan penetapan tersangka Dhana Widyatmika (DW), pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan. DW dituduh melakukan korupsi dan pencucian uang.

Kejaksaan Agung menilai jumlah rekening DW tak wajar, karena hingga miliaran rupiah, yang tak sepadan dengan gaji sebagai PNS golongan III-C.

Kasus korupsi makin hari melibatkan sebagian golongan muda, yang rata-rata masih berumur di bawah 40 tahun. Tengok, terdakwa kasus suap Wisma Atlet SEA Games di Palembang,  M. Nazaruddin dan Angelina Sondakh, tersangka kasus serupa. baca selanjutnya

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.