Aku Ingin Berlari, Duhai Kekasih!

Aku berlari terus, tak menghiraukan ke mana arah yang akan dituju. Aku terus ingin mencari ke mana arah datangnya kebenaran bagiku. Aku hanya ingin menjadi diriku sendiri, mencari jati diri, siapa sebenarnya aku.

Sampai sekarang aku tak pernah merasa menjadi seseorang yang sempurna. Tak merasakan adanya suatu kelebihan yang terdapat dalam tubuh ini. Meski semua telah aku jalani dan akhirnya memang manusia, kata seseorang, hidup tak akan pernah sempurna. Barangkali yang sempurna adalah ketidaksempurnaan itu sendiri.

Sudah lama aku tidak merasakan nikmatnya hidup, mencari beberapa alternatif pelarian dari pikiran yang selalu menumpuk padat dalam ceruk otakku. Kepala ini terasa berat, begitu membawa beban yang sangat banyak, mata ini pun terlalu peri, hingga jari-jari ini tak pernah lelah menguceknya untuk melegakan barang sejenak. Tapi malah memberikan goresan yang melukai. Kenapa kita harus terluka, kenapa tak ada kesenangan dalam hidupku, apakah selalu saja aku menjadi orang yang menderita, selalu terlibat dalam kejumudan, tak pernah berhasil, tak pernah mengakui adanya kesenangan, tak pernah bisa belajar dengan tekun, inginnya menjadi seorang penulis handal tapi dirinya tak pernah melakukan kegiatan apa pun kecuali tidur.

Apa yang akan kamu lakukan dengan tidur, apa yang akan kau cari dengan tidurmu itu, bagaimana mungkin tidur bisa merubahmu menjadi seorang penulis, kapan kau akan mau menghadapi malas itu, dan berlari kencang tanpa memperdulikan seseorang dan menghadapi imajinasi, bermain di depan layar, menjentikkan jari-jari biar mereka menyatukan huruf menjdi kalimat dan kalimat menjadi paragrap sebagai sebuah proses untuk membuat sebuah buku.

Kapan terakhir kali aku menjumpaimu mulai menuliskan lagi. Membuat catatan-catatan kecil untuk kau jadikan sebagai pegangan dalam bercerita. Kapan aku melihat kau mulai sibuk membaca dan mulai mengambi beberapa alternatif gaya bercerita atau menganalisa bagaimana pengarang besar membuat cerita itu, bagaimana tokohnya diperlihatkan sedemeikian rupa sehinga itu tampak seperti seseorang yang benar-benar ada dan hidup di tempat lain di jagad bumi ini. Atau barangkali kemana saja dirimu selama ini karena tak pernah menyambangi aku sebagai sahabatmu, yang rindu akan cerita-cerita gombalmu juga tak logismu. Tapi selalu suka dengan semua itu dan aku menikmatinya; tak pernah aku merasakan bahwa itu adalah beban sebagai wadah kau mencurahkan isi hati dan pemikiran yang katrok dan tak mungkin banyak diterima oleh banyak orang lain. Pemikiranmu kurang begitu adalam, kau hanya berpikir dalam permukaan saja, dan apa yang kau pikirkan tidak pernah dijalankan dalam perwujudannya dalam menulis. Apalagi diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana mungkin ini akan menjadi sebuah tulisan yang menyenangkan dan membuat hidup dalam dunia rekaan itu. Kau akan menjadi sangat jauh dengan cerita itu, berjarak dan susah mendalami dan menyelami bagaimana sebenarnya tokoh aku menjadi seorang pembunuh, bagimana dia sebagai pembantu merasa terhina karena telah diperkosa oleh majikan juga dengan anak majikan yang disaksikan oleh istrinya.

Ya semua melihat kau telanjang bulat tanpa busana pun, hingga alat kelaminmu terlihat, dan mata-mata buas mereka menjadi merah dan alat kelamin mereka naik bak mendaki sebuah gunung, siap menembus ngarai yang begitu lembut dan mengenakan. Apakah semua ini kau rasakan, kau tentunya harus tahu bahwa seorang pengarang adalah pencipta bagi dunianya sendiri. Dia mencipatakn dunia rekaan sendiri, tentunya kau juga menjadi macam-macam orang di sana, mejadi baik, jahat, menjadi pemalu, berani, penakut, pengkhianat, penjilat, pemimpin, ayah, ibu wanita, laki-laki, banci.

Semua dapat kau lakukan karena itu adalah sebuah dunia imajinasi yang tak akan pernah menjdi suatu nyata. Andaikan nyata, itu barangkali karena adanya peri dari negeri dongeng yang baru saja menghidupkan pinokio dan menembus dunia nyata manusia dan mengahampiriku untuk meneruskan menghidupkan cerita rekaan ini. Hebat bukan!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s