Sebuah Pengantar

“Catatan perjalananku menembus waktu. Mencari sang kekasih bernama kejujuran”

Ini menceritakan sebuah perjalanan seorang pengembara yang bernama Pedro dalam mengarungi suatu negeri, entah apa namanya. Yang jelas Pedro sering saja menyebutnya dengan nama negeri Antahbrantah atau Anuland , tapi kadang ada saja yang dia sebutkan salah satu daerah yang hampir sama bahkan nyata-nyata ada dalam negeri kita, Indonesia. Namun, semuanya hanyalah suatu pengembaraan diri untuk mencari jati diri, yaitu mencari Tuhan-Nya, mencari ilmu yang sejati tentang hidup, bekal buat masa yang akan datang. Dirinya ingin mengabdi pada sang Pencipta, Gusti Allah, dengan segala upayanya. Di latar belakangi oleh kegelisahan dirinya akan kesalah-kesalahan yang ia perbuat dia memutuskan untuk mencari ilmu kepada alam, manusia-manusia pilihan, juga membaca banyak literatur tentang hidup dan pengabdian diri.

Boleh dibilang ini semacam catatan harian pedro sang pengembara. Terbungkus dalam jejak-jejak langkahnya untuk mencoba mengenal lebih dekat dengan Tuhannya. Mungkin boleh jadi ia ingin menyatu dengan Tuhannya. Yang ia harapkan adalah penghapusan dosa-dosa yang telah ia perbuat. Selain pencarian Tuhannya, dia sendiri ingin membuat sebuah buku biografi tentang dirinya ini. Dari perjalanan ini, dia memutuskan untuk mencatat setiap peristiwa yang terjadi, siapa tahu kelak dapat dijadikan sebagai sebuah buku autobiografinya, yang barangkali bisa memberikan manfaat bagi mereka yang ingin menjadi seorang pengembara.

Ya, menjadi manusia mencari kebenaran dalam bumi ini. “Perjalanan ini aku sebut sebagai perjalanan sang pengelana, “ begitulah Pedro sering menyebutnya demikian. Dia adalah manusia seribu kaki, seribu nafas yang tak kenal lelah melanglang buana ke berbagai negeri untuk sebuah penyatuan diri dengan alam, masyarakat dan Tuhannya.

2 thoughts on “Sebuah Pengantar

  1. Walaikumsalam, @beh..ngomong-ngomong ki sopo ya,,aku lali je..nek tak eling-eling sebangku ku biyen Helmi. hee, tapi nuwun ngapunten nek salah.

    Aku neng Harian Merdeka bro, Jakarta Selatan,
    koe neng ndi?nek tak delol kok plesiran wae, inggrismu tur yo cas cis cus haa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s