Gerutuan demi gerutuan

Dan gerutu itu terus saja bergeming dimulutku. berbusa-busa seperti kuda-kuda mengunyah. merasakan apa memang begitu yang ada dan diperlukan?

sepertinya aku akan terus menggerutu bagimu. tolong dengarkan baik-baik, biar cuping telingamu itu merasa benar!

satu dua tiga dan seterusnya kuterima saja itu. bagaimana pula aku akan mempercayaimu sementara omongan busaku itu ternyata lebih berbusa pada punyamu.

bergunakah diriku, bila terus dilayangkan sesal dan gerutuan itu padamu?

aih..sesal.

aku menonton tayangan televisi, permainan bola belum berakhir. bersama perempuan bersama cinta yang sekedarnya.

gerutuan demi gerutuan…

Jakarta, 27 Mei 2009

11 thoughts on “Gerutuan demi gerutuan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s