Sanksi Belum Beri Efek Jera

polisi nilang[Dimuat di Koran Merdeka, Sabtu 18 April 2009. Tulisan ini belum masuk ke redaktur, ketika keluar cetak, ada beberapa yang diedit, tapi tak hilang esensinya)

REFORMASI birokrasi internal yang dilakukan Polri belum membuahkan hasil yang memuaskan. Meski secara keseluruhan reformasi yang dilakukan sudah cukup baik dan mengalami kemajuan. Namun, masih dinilai lamban.

Penilaian tersebut tidak terlalu salah bila selama sepekan Rabu (1/4)-Kamis (9/4) Merdeka menerima 102 pengaduan soal layanan Polantas. Sebanyak 50% mempersoalkan tindakan tilang tanpa alasan jelas. Begitu pula masih adanya kecenderungan pungli. Selain itu,  sekitar 20% mengeluhkan sikap aparat polisi yang cenderung menegur dengan kata-kata tidak sopan pada pengguna jalan.

Menurut Ketua Umum Komunitas Pengamat Kinerja Polisi dan Jaksa, Puguh Wirawan, kebijakan yang sudah dibuat sekarang memang bagus. Namun, secara kepemimpinan mengalami penurunan dibandingkan kepemimpinan sebelumnya. Dia menambahkan, karakter kepemimpinan Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Condro Kirono sekarang masih lemah dalam penegakan terhadap oknum-oknum polisi yang melanggar.

“Kebijakan di atas sudah bagus, tapi implementasi di bawah buruk,” kata Puguh kepada Merdeka Jumat (17/4).

Untuk itu, diperlukan adanya kontrol sosial dari masyarakat, pengawasan internal, dan sanksi yang berat. Apalagi sanksi yang diberikan sejauh ini hanya sebatas dipindah tugaskan atau skorsing sementara. “Selain tidak transparan, juga tidak menimbulkan efek jera,” tegas Puguh.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institusi Pemantau Kepolisian (Inspeksi), Syahrial SH, memandang evaluasi internal di kepolisian masih kurang. Dia juga mempertanyakan mengapa pimpinan saat ini, masih mentolerir oknum-oknum polantas yang melakukan pungli.

Menurutnya, setiap kali ganti pemimpin selalu berubah pula karakter kepemimpinannya. Gaya kepemimpinan Condro sendiri dinilai kurang tegas bila dibandingkan mantan Wakil Dirlantas Polda Metro, Agus Prayitno. “Kalau Agus, tiap kali diberi laporan ada oknum yang salah, hari itu pula ditindaklanjuti dan selesai,” ceritanya, “Makanya perlu intstruksi tegas pemimpin.”

Baik Syahrial maupun Puguh menilai kebijakan pemberian subsidi bagi anggota polisi agar tak melakukan pungli dinilai kurang efektif. Apalagi subsidi tersebut diambil dari anggaran negara. Apalagi anggaran negara untuk kebutuhan polisi, menurut Puguh, masih jauh dari kepatutan.

“Masalah pungli itu masalah mentalitas juga sistem yang ada,” jelas Puguh. Puguh berharap moralitas polisi terus diperbaiki.
Secara terpisah, Humas Ditlantas PMJ, AKBP Chryshnanda memandang sudah saatnya polisi sekarang bersifat humanis. Pola-pola militeristik harus ditinggalkan. Dia juga mengungkap bahwa pihak Polri masih terus memperbaiki kinerja anggota-anggotanya.

“Perubahan-perubahan sudah kami lakukan,” katanya.

Ketika ditanya masih banyak oknum polisi yang melakukan pungli, Chryshnanda lebih melihatnya pada tanggung jawab pribadi masing-masing anggotanya. “Sebagai polisi itu ada tanggung jawab moralnya, “ tandasnya.

Menurutnya, polisi saat ini harus menyadari bahwa dirinya memunyai tanggung jawab besar untuk menciptakan kualitas masyarakat yang baik. Tanggung jawab ini tidak hanya menyangkut masalah administratif, tetapi juga menyangkut moral.

Polisi sipil yang modern dan demokratis, lanjutnya adalah polisi yang mengedepankan kemampuan pengetahuannya dalam menciptakan, memelihara dan memperbaiki keteraturan sosial. “(Yaitu) lebih mengedepankan pencegahan dan upaya-upaya memberikan pencerahan kepada masyarakat untuk berperan serta,” kata Chryshananda.

2 thoughts on “Sanksi Belum Beri Efek Jera

  1. yang menjadi akar masalah pungli polisi di jhalan adalah kurang tegasnya polisi terhadap org yg menyuap. kalo polisi tdk mau disuap maka pelanggaran dapat diminimalisir. namun polisi juga manusia punya keinginan dapat duit banyak sementara kerja cuma dijalan tdk ada kesempatan lain tuk cari duit. ya kebetulan ada yang bawain duit. ya wis lah…..
    (aku datang bals kunjung tuk mas labib semoga sukses)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s