Uniknya Bandara Soekarno-Hatta

54898_suasana_di_bandara_soekarno_hatta_thumb_300_225[Tulisan ini dimuat di Koran Merdeka, Rabu 15 April 2009, artikel ini belum mengalami pengeditan dari redaktur.

MENURUT Dudi Sudibyo, pemerhati dunia penerbangan juga seorang jurnalis, bandara Indonesia khususnya Soekarno-Hatta terbilang unik bila dibandingkan bandara-bandara negara lain di dunia. Pengalaman Dudi melakukan penerbangan ke berbagai negara, tak menemukan adanya jasa ojek. “Tapi di Indonesia ada. Ini kan jelas unik,” jelas Dudi kepada Merdeka.

Pernyataan tersebut tak cuma lelucon, buktinya memang  selama sepekan terakhir, Harian Merdeka mendapat pengaduan layanan penerbangan mencapai 45 keluhan. Tercatat sekitar 17,17 % masyarakat menyoalkan layanan bandara yang buruk.

Bandara internasional Soekarno-Hatta merupakan representasi wajah Indonesia. Namun, kesan kurang terawatnya fasilitas umum bandara, parkir semrawut, masih adanya calo, anak penyemir sepatu dan taksi gelap belum diperhatikan maksimal pihak pengelola bandara.
“Ya mau bagaimana lagi, mungkin sudah menjadi kultur. Orang Indonesia itu susah diatur,” katanya. Dudi mengakui, hal semacam itu sering dibahas dan ditindaklanjuti, tapi tetap saja muncul kembali.

Dia mencontohkan, ketika melakukan penerbangan ke Hyderabad, ibukota negara bagian Andhra Pradesh, India dua tahun lalu, tidak ada para penjual asongan yang menenteng makanan di bandara. Begitu pula, saat dia berkunjung ke Ho Chi Minh City, Vietnam, kondisinya lebih bagus.

“India kalau dipikir kulturnya mirip Indonesia. Itu di Hyderabad loh, bukan New Delhi-nya,” ungkapnya. Dudi menghimbau kepada masyarakat agar berlaku disiplin tidak hanya dibandara tapi di mana pun itu. “Kalau di bank saja tertib, kenapa di bandara tidak bisa,”ujarnya.

Sementara itu, Pengamat Penerbangan Kamis Martono, pelayanan Bandara Soekarno Hatta terbilang cukup baik. Namun begitu, bila berbicara idealnya sebuah bandara, Martono tidak bisa menjelaskan karena sifatnya relatif.

“Pengertian ideal itu seperti apa. Ideal antara satu yang lainnya kan tidak sama. Kalau membandingkan dengan negara lain, ukurannya apa. Di sini perlu kejelasan,” demikian kata Martono ketika dihubungi Merdeka, Selasa (14/4) di Jakarta.

Martono menuturkan, kondisi ideal suatu bandara itu tidak mungkin bisa karena harus ada persamaan persepsi dulu. Yang bisa dikatakan, tutur Martono, sejauh mana antara pungutan yang ditarik dengan realisasi pelayanan. “Harus ada keseimbangan antara pungutan dan realisasinya,” terangnya. Martono menambahkan, bila memang ada ketidaknyamanan, lanjutnya, bisa langsung mengadukan ke pihak bandara.

Secara terpisah, Humas PT Angkasa Pura II, Trisno Heryadi mengatakan pihaknya sudah melaksanakan program menuju gerakan bersih bandara (Clean Airport Action). Perbaikan-perbaikan fasilitas sudah dilakukan terhadap toilet, mushola dan shelter lengkap fasilitas AC-nya. Ini sebagai bentuk jawaban keluhan dari pengguna jasa bandara.

“Selain itu, ada Duta Bandara yang berjumlah 12 orang dengan bersepatu roda berkeliling (terminal 1),” kata Trisno kepada Merdeka.

Trisno menambahkan, tugas Duta Bandara sendiri sifatnya menghimbau dan memberikan edukasi bagi pengguna jasa bandara terkait pelanggaran seperti merokok, jangan membeli tiket di calo, membuang sampah sembarangan, dan sebagainya.

Menurut Trisno, adanya calo, pedagang asongan atau penyemir sepatu sudah berulangkali diberitahu. Tapi, setelah diberitahu, ungkapnya, mereka masih muncul kembali. PT Angkasa Pura II juga selalu melakukan razia pelanggaran di bandara, tiga kali dalam sepekan.

“Bandara kan sudah jadi sentra ekonomi. Banyak yang mencari nafkah di sana. Kami juga sudah menangkap calo. Tapi ketika ditanyai, mereka sebetulnya tak mau seperti itu. Alasannya mencari nafkah. Ini kan masalah ekonomi sosial. Bisa dilihat, ini tanggungjawab siapa,” ujar Trisno.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s