“Jangan Ngambek Dong, Om”

Warta – Kriminal & Pengadilan – WASPADA ONLINE – Tuesday, 15 December 2009 17:01

oleh Andi S Nugroho

JAKARTA – Tut..tut..tut.., tiga kali suara nada sambung telepon seluler itu terdengar, baru kemudian seorang wanita diseberang mengangkatnya. Seorang laki-laki berbincang-bincang kepada wanita itu.

Laki-laki itu adalah Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen Iskandar dan wanita diseberang adalah istri sirinya, Rani Juliani

“Lagi dimana,” ujar Nasrudin

“Lagi di rumah temen,” Rani menjawab.

“Yaudah jangan dimatikan Hpnya,” Nasrudin kemudian memutus pembicaraan, tapi telepon masih tersambung.

Setelah itu, percakapan tak terdengar lagi, namun yang terdengar adalah suara mantan Ketua Pemberantasan Korupsi, Antasari Azhar dengan Rani. Keduanya saat itu berada di sebuah kamar hotel di Hotel Grand Mahakam, Jakarta Selatan.

Namun, suara keduanya tak jelas dan kurang bisa dimengerti terkait hal-hal apa yang dibicarakan. Namun sekali-kali wanita itu tertawa ngakak, dan seperti orang geli digelitikin.

“Jangan ngambek dong,Om!” suara Rani

Kadang suara bas-nya Antasari terdengar keras, namun tetap saja susah dicerna.

Hampir selama 26 menit,percakapan telepon antara Antasari dan Rani itu diputar. Percakapan itu diputar di sidang lanjutan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, Selasa (15/12).Antasari didakwa telah melakukan pembunuhan berencana atas Nasrudin,yang tertembak 14 Maret 2009 dan meninggal hari berikutnya di RSPAD, Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

Menurut saksi ahli Teknologi Informasi (IT) dan Digital Forensik, Rubi Zulkri Alamsyah yang dihadirkan jaksa, percakapan itu ditemukan pada kartu memori (memory card) telepon seluler Nasrudin, merek Nokia seri E65.

Percakapan itu terekam langsung ke memori ponsel Nasrudin. Selama diperdengarkan, hampir sebagian besar pengunjung sidang dan wartawan dibuat terperangah dan bertanya-tanya. Sebab, isi percakapannya tidak jelas dan membingungkan, sehingga bisa membuat asumsi-asumsi yang negatif.

Penasihat Hukum Antasari, Juniver Girsang mengakui bahwa itu suara Antasari dan Rani yang terjadi di Hotel Grand Mahakam. Namun, ia juga tak bisa menangkap maksud pembicaraan, karena kurang jelasnya kata-kata yang diucapkan.

“Dari tadi yang didengar (suara orang sedang-red) kumur-kumur saja,” kata Juniver sambil ketawa menanggapi isi rekaman itu.

Seusai sidang, Antasari yang dimintai konfirmasi atas rekaman itu tidak mau menanggapi langsung. Namun dia menyerahkan hal itu untuk diproses dan dianalisa lebih lanjut.

Dalam sidang ini, saksi-saksi yang tidak jadi hadir antara lain Joko Sarwono, ahli suara dan Yusti Probowati, seorang psikolog.

Selain diputarkan rekaman percakapan antara Antasari-Rani, juga diputarkan rekaman percakapan Antasari-Sigid Haryo Wibisono. Rekaman itu hampir memakan waktu sekitar 1,5 jam. Ketidakjelasan juga terjadi di rekaman ini.

Meski begitu, Rubi mengatakan,”Isinya ada percakapan merencanakan sesuatu hal”. Tapi dia tidak tahu apa rencana itu. “Lebih lengkapnya ada dalam transkrip di lampiran,” lanjutnya.

Selain, pemutaran itu, juga diperlihatkan oleh saksi ahli, rekaman gambar (video) yang didapat dari kamera tersembunyi (spy camera) di tempat Sigid. rekaman itu hanya bisa diputar di 7 detik awal. Dari gambar terlihat ada gambar Sigid yang terbingkai foto di dinding, serta seorang laki-laki berkumis mirip Antasari dengan kaki disilangkan ke atas.

Menurut Rubi, dalam penganalisaan, dia hanya menganalisa barang-barang bukti yang diberikan penyidik polisi antara lain berupa ponsel (korban dan tersangka), spy cam, voice recorder, dan memory card. Keseluruhan ada 16 barang.

Kasus dugaan pembunuhan rencana terhadap Nasrudin ini, selain Antasari juga menyeret mantan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Wiliardi Wizar, pengusaha media PT Pers Indonesia Merdeka, Sigid Haryo Wibisono, dan pengusaha lain, Jerry Hermawan Lo sebagai terdakwa.

Selain itu ada lima terdakwa lainnya yang menjadi eksekutor, yang kini masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten.

Sidang akan dilanjutkan pada Kamis, 17 Desember dengan agenda mendengarkan saksi-saksi ahli dari jaksa yang belum bisa hadir dan dua saksi ahli IT dari penasihat hukum.
(dat07/wol-jkt)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s