Nasrudin Tertembak Senpi Jenis Revolver

Warta – Kriminal & Pengadilan/WASPADA ONLINE -Thursday, 10 December 2009 17:21

oleh Andi S Nugroho

JAKARTA – Terkuak sudah senjata api (senpi) jenis apa yang digunakan eksekutor untuk menembak Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen Iskandar pada 14 Maret di kompleks Padang Golf Modernland Tangerang. Ternyata senpi itu adalah jenis revolver dengan kaliber 0.38 inchi tertanda SNW (Smith and Wesson).

Hal itu dinyatakan langsung oleh saksi ahli khusus uji balistik (kesenjataan) dari Kepolisian, M. Simanjuntak dalam persidangan lanjutan terdakwa Antasari Azhar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/12).

Menurut Simanjuntak, dirinya menerima barang bukti dari penyidik dua buah butir peluru. Ia menerimanya dalam bentuk masih tersegel dari dokter yang melakukan visum.

Setelah dilakukan identifikasi lebih lanjut, kata dia, peluru itu berasal dari jenis senpi revolver. Hal itu didasarkan pada arah uliran peluru yang berulir ke arah kanan.

Namun, pihak kuasa hukum Antasari sempat mempertanyakan apakah benar peluru itu jenis revolver kaliber 0.38 inchi. Sebab sempat ada perbedaan persepsi antara temuan peluru yang berukuran 9 mm, dengan senpi yang kaliber 0.38 inchi itu.

“Ketika ahli melakukan uji balistik, peluru itu jenis apa?” tanya Ari Yusuf Amir, salah satu kuasa hukum Antasari.

“Iya, peluru itu point 38,” jawab Simanjuntak.

“Saksi terima dua peluru?” lanjut Arif

“Iya,” tegas Simanjuntak.

“Apakah dari senjata SNW (kaliber 0.38 inchi) itu, bisa digunakan untuk jenis peluru 9mm?” tanya Ari lagi.

“Tidak bisa,” jawab Simanjuntak, “(sebab) setiap perusahaan yang memproduksi senjata selalu satu paket, kalau kaliber 0.38 SNW, maka pelurunya sama 0.38.”

Ada dua peluru yang ditemukan di kepala Nasrudin, seusai divisum oleh tim dokter forensik. Peluru yang ditemukan itu tidak dalam bentuk utuh, namun berupa serpihan yang berukuran 9 mm. Sebab peluru yang ditembakkan terlebih dulu mengenai kaca.

“Jadi ahli sangat meyakini bahwa serpihan tersebut, salah satu

dari dua anak peluru tersebut?” tanya Ari.

“Iya,” ujar Simanjuntak.

Simanjuntak menambahkan bahwa dirinya mengecek senjata ini sejak 14 Mei 2009, saat diterima dalam kondisi tersegel.

Secara terpisah, Jaksa Penuntut Umum, Cirrus Sinaga mengatakan hal senada bahwa peluru yang ada di kepala itu hanya serpihannya. Dan penembakan pun hanya terjadi dua kali.

“Jadi bukan ada tiga tembakan. yang masuk ke kepala itu serpihannya karena melalui kaca dulu. Itu serpihan kecil yang kita sita dari TKP,” ujar Cirrus.

Kasus dugaan pembunuhan rencana terhadap Nasrudin ini, selain Antasari juga menyeret mantan Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Wiliardi Wizar, pengusaha media PT Pers Indonesia Merdeka, Sigid Haryo Wibisono, dan pengusaha lain, Jerry Hermawan Lo sebagai terdakwa.

Selain itu lima terdakwa lainnya yang menjadi eksekutor, yang kini masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Banten.

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa, 15 Desember dengan agenda mendengarkan saksi-saksi. Ini adalah kesempatan terakhir dari JPU mendatangkan para saksi. Rencananya JPU akan memanggil saksi yaitu ahli dari JPU antara lain ahli IT Jufri Alamsyah, ahli suara Joko Sarwono, dan seorang psikolog, Yusti Probowati.
(dat07/wol-jkt)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s