Sigid Selalu ‘no comment’ Pada Wartawan

Warta – Kriminal & Pengadilan/WASPADA ONLINE – Thursday, 10 December 2009 17:07

oleh Andi  S Nugroho
JAKARTA – Laki-laki itu bertubuh besar, tinggi dan tegap. Tampilannya necis, wajahnya bersih dari kumis  kali ini dan tak ada jambang . Ia lebih selayaknya laki-laki metroseksual ibu kota.

Dandanan rambutnya, yang pendek selalu disisirnya rapi dan klimis ke belakang. Begitulah tampilan terdakwa Sigid Haryo Wibisino tiap kali menjalani persidangan.

Sigid kembali menjalani persidangan lanjutan atas dugaan pembunuhan berencana Direktur PT Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen Iskandar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (10/12). Kali ini yang hadir menjadi saksi adalah saksi kunci yang juga terdakwa Antasari Azhar.

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim, Charis Mardiyanto Antasari dicecar terkait pertemuan-pertemuannya dengan Sigid. Juga adanya pembuatan tim investigasi Kapolri, tim lain yang melibatkan Kombes Pol Wiliardi Wizar.

Antasari mengatakan bahwa dirinya pernah bertemu dengan Sigid selama 3 kali. Pertemuan itu membahas bahwa adanya teror-teror yang dialaminya.

Antasari pun sempat ditanya menyangkut adanya dana subsidi kepada pengawal dirinya.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu tak tahu menahu soal uang itu. Ia mengungkapkan bahwa selama menjadi Ketua Komisi Antikorupsi itu, gaji pengawalnya berasal dari anggaran di KPK, bukan dari pihak lain.

“Setahu saya, setelah lima bulan ditahanan saya baru tahu bahwa pengawal saya menerima uang dari terdakwa (Sigid Haryo Wibisono),” ujar Antasari kepada majelis hakim.

“Berapa jumlahnya,” tanya majelis hakim.

“Saya tidak tahu, (hal itu) tidak dijelaskan (pengawal) kepada saya,” jawab mantan Kepala PN Jaksel itu.

Perlu diketahui, pada saat Sigid bersaksi atas terdakwa Antasari mengatakan bahwa dirinya memberikan uang sebesar Rp 10 juta per bulan kepada Antasari untuk biaya operasional pengamanan.

Namun, sehabis sidang Sigid tak mau menanggapi ketika wartawan mengkonfirmasi terkait hal itu. Seperti yang selalu dilakukannya mulai dari sidang pertama 8 Oktober 2009 sampai sidang hari ini, Sigid hanya diam. Dia lebih sering langsung menuju ruang tunggu tahanan, sambil dikawal oleh orang-orang bekerja di kantornya, PT Pers Indonesia Merdeka.
(dat06/wol-jkt)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s