Politik ‘Kancil’ Tuan Foke

WARGA Muara Baru dan sekitarnya di Jakarta Utara, daerah langganan banjir. Mereka paham kapan air laut naik, yang bakal mencekam kehidupan mereka. Tak cuma sekali ini, mereka terendam rob hingga 60 centimeter. Kejadian serupa sudah berulangkali dan pemerintah berjanji kembali akan membenahinya.

Namun sekali lagi jebolnya tanggul di Muara Baru, Penjaringan dan Kalibaru, Cilincing bukti bahwa kerja dari pemerintah daerah tak jelas.

Faktor alam kemudian hal paling mudah yang digunakan pemerintah untuk berkelit. Mengapa Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo tak mau terbuka: “Ya kami memang gagal membuat tanggul.”

Apakah dengan berkelit, citra pemerintah menjadi lebih baik? Bukankah ini malah makin memperburuk citra, karena pemerintah dianggap tidak berhasil mengatasi masalah yang sering kali berulang.

“Kejadian di Pantai Utara merupakan bukti kenaikan permukaan air laut,” kata Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo di Balaikota DKI Jakarta, Senin (24/1).

“Tahun 2010, dibandingkan dengan 2009 peningkatan air laut di atas 2,10 meter dan 2,15 meter terjadi beberapa kali. Pasti lebih sering terjadi, bahkan di atas 2,20 mete sering terjadi,” katanya.

Pemerintah kemudian hanya memberikan data, “Ini loh bukti bahwa permukaan air laut naik”. Tanpa suguhan data seperti itu, warga sebetulnya sudah paham bahwa permukaan laut naik. Mereka bertahun-tahun hidup sebagai nelayan di daerah tersebut. Mereka lebih mengenal alam daripada data-data statistik yang cenderung manipulatif.

Justru, apa yang disampaikan Wakil Gubernur Prijanto sangat jelas. Tanggul jebol akibat pemancangan tanggul tidak pada tanah keras tapi pada tanah yang berupa tumpukan kulit kerang hijau.

Orang awam pun paham, bila pemancangan tidak di tanah keras tak ada kekuatan menahan ombak besar. Mengapa jawaban dua petinggi DKI Jakarta tersebut tak sejalan?

Tak hanya kali ini, Foke, sapaan akrab Gubernur, mendera warga dengan data-data. Pada 25 Oktober 2010, ketika Jakarta lumpuh total akibat guyuran hujan hampir dua jam, genangan air di mana-mana. Drainase tak mampu menerima derasnya air hujan.

Ia pun membantah bila dinilai masyarakat tak becus menangani banjir. “Curah hujan kemarin memang luar biasa terjadi,” katanya. Data-data kemudian dibacakannya.

“Ini masalah yang harus kita hadapi bersama. Kalau hujan kan, bukan salah saya. Saya mohon ini dimaklumi,” kata Foke, pagi harinya setelah malamnya Jakarta lumpuh.

Dalam bukunya Politik Panjat Pinang: di mana peran Agama? , Komarudin Hidayat mengatakan,  boleh jadi, para pejabat di negeri ini, dilihat secara analisis psikologis, secara tidak sadar mengidentifikasi sosok Kancil: seekor binatang yang terkenal pandai berkelit.

Ketika terjadi sesuatu yang memojokkan dirinya, cepat-cepatlah membentengi diri dengan segala data. Dianggap gagal pengentasan kemiskinan, data BPS dibuka.Dianggap gagal atasi banjir, data pengerjaan drainase dan anggaran dibuka. Dianggap gagal atasi macet, data jumlah kendaraan dan pertumbuhan jalan digelar. Dianggap gagal atasi headway bus transjakarta, data strelisasi jalur busway dibentangkan. Seolah-olah dengan data-data itu, masyarakat jadi memakluminya.

Memang sudah saatnya, para pejabat kita agar lebih terbuka kepada rakyat. Bukan saatnya, mereka meniru Kancil sambil berucap, ”Saya mendapat perintah dari Baginda Nabi Sulaiman, penguasa para binatang.”

2 thoughts on “Politik ‘Kancil’ Tuan Foke

  1. (“Ini masalah yang harus kita hadapi bersama. Kalau hujan kan, bukan salah saya. Saya mohon ini dimaklumi,” kata Foke, pagi harinya setelah malamnya Jakarta lumpuh.)

    Lucu ya..
    Katanya, “Kalau hujan kan bukan salah saya.”
    Aduh… pejabat satu ini terampil banget berkata-kata.
    Kalau gak hujan ya ga ada banjir, Pak. Lha, ini yang menjadi masalah kenapa setiap musin hujan selalu banjir. Sudah barang tentu ada penyebabnya. Lha wong tidak semua kota besar seperti Jakarta kok pada musim hujan.
    Btw, seluruh warga Jakarta mesti siap-siap nih. Siklus banjir besar lima tahunan ga lama lagi kan.😀
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://notulabahasa.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s