Kemanakah Ahlinya Jakarta Itu Pergi?

SEBUAH pesan pendek masuk ke dalam inbox telepon seluler (kotak masuk) seorang wartawan online,detik.com, Selasa (5/10) malam. Pesan itu dikirim oleh bagian Humas Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta. Pesan itu berisi bahwa Rabu (6/10) siang sekitar pukul 14.00 WIB, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo akan mengadakan jumpa pers terkait masa kepemimpinannya selama tiga tahun, sejak 2007-2010. Kamis (7/10) merupakan tepat tiga tahun masa kepemimpinannya.

Rabu pagi, agenda Bang Foke sapaan akrab Gubernur mengikuti dua rapat paripurna DPRD DKI terkait Penyampaian Laporan Badan Legislasi Daerah, Permintaan Persetujuan kepada Anggota Dewan dan Penyampaian Pendapat Akhir Gubernur dan Penyampaian Penjelasan Gubernur Mengenai Raperda ttg RT/RW Prov DKI Jakarta Tahun 2030.

Rapat pertama berlangsung pukul 10.00 WIB hingga 12.30 WIB. Harusnya rapat itu diperkirakan selesai pukul 11.30 WIB dan baru kemudian dilanjutkan dengan rapat paripurna kedua. Dalam rapat pertama, hanya Bang Foke yang tampak, sementara Wakil Gubernur, Prijanto tidak terlihat.

Menjelang pukul 14.00 WIB, ruang wartawan (pressroom) di Balaikota DKI sudah berkumpul para wartawan dari berbagai media yang akan mengikuti jumpa pers. Jumpa pers diadakan di ruang rapat pimpinan Balaikota.

Namun tak disangka dalam jumpa pers itu, orang nomor satu di DKI itu tidak hadir, begitu pula wakilnya. Jumpa pers pun hanya diwakilkan oleh Sekretaris Daerah DKI Jakarta, Fadjar Panjaitan, yang baru dilantik Selasa (5/10), bersama para asisten Sekda seperti Asisten Perekonomian dan Administrasi, Hasan Basri, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Tauchid, Asisten Kesejahteraan Masyarakat, Mara Oloan Siregar.

Sementara dari jajaran Kepala Dinas yang hadir antara lain Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Kebersihan, Dinas Pendidikan, Dinas Tata Ruang, Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan, Badan Kepegawaian Daerah, Badan Pengelola Keuangan Daerah, dan Kepala Badan Perencanaan Pengembangan Daerah.

Selama berlangsung acara, sebuah pesan pendek masuk ke telepon seluler saya. Seorang teman wartawan online mengirim pesan, ”Bukan Foke, jadinya malas. Feel-nya enggak dapat,” begitu bunyi pesan itu.

Memang tidak seperti tahun 2009, ketika masa dua tahun kepemimpinan Foke, dirinya berasama jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengadakan jumpa pers di Hotel Golden Boutique, Jalan Raya Gunung Sahari, Jakarta. Foke pun langsung memaparkan hasil kerjanya selama dua tahun itu. Namun hal itu berbeda dengan tahun ini.

Tidak hadirnya Foke dan Prijanto, membuat beberapa wartawan bertanya-tanya. Kalangan wartawan pun tidak mengetahui sama sekali agenda keduanya. “Terasa aneh dalam jumpa pers tiga tahun kempimpinannya tapi dia tidak kelihatan. Kenapa enggak terlihat,” ujar seorang wartawan lainnya.

Namun ternyata, respon kalangan wartawan tidak melulu menghujat keduanya. Ibnul A’robi, mislnya, wartawan Indopos, grup Jawa Pos, itu menilai, kinerja Foke dalam membenahi tata kelola pemerintahan sudah bagus. Dia pun tidak memermasalahkan bahwa keduanya tidak hadir dalam jumpa pers itu. “Saya pikir enggak masalah mereka datang atau tidak. Tapi memang lebih baik mereka sendiri yang menjelaskannya,” kata Ibnu.

Sementara itu, Kepala Bidang Informasi Publik Pemprov DKI, Cucu Ahmad Kurnia membantah bila tidak hadirnya Gubernur dikarenakan takut dengan wartawan.

“Ya enggaklah, tiap hari kan ketemu dengan wartawan masa takut. Malah Bapak ingin sekali bertemu dengan wartawan,” kata Cucu kepada saya melalui sambungan telepon, Rabu malam. Cucu berkomentar bahwa ketidakhadiran gubernur karena memang ada agenda pemerintahan lainnya.

“Bapak ada acara pemerintahan. Sebenarnya kan ini dari awal memang Gubernur tidak dijadwalkan datang, dan diwakilkan oleh Sekda. Karena kan dalam agenda harusnya Gubernur ikut Presiden SBY ke Belanda. Jadi sudah dijadwalkan dari awal,” kata mantan jebolan Abang None Jakarta tahun 1995 itu. Cucu pun tak bisa menjelaskan kemanakah Gubernur pergi. Ia bersikukuh bahwa kepergian Gubernur karena agenda dinas bukan pribadi.

Sampai rapat paripurna yang kedua, yang baru dimulai pukul 15.00 WIB, Bang Foke dan Prijanto pun tak hadir dalam ruang sidang di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta. Kemanakah ahlinya Jakarta itu pergi?

tulisan ini telah dimuat di laman Jurnas.com, dengan judul, “Foke Hindari Wartawan?”

http://www.jurnalnasional.com/show/breakingnews?berita=36384&rubrik=Ibukota&page=1&pagecomment=1

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s