Wahyu Suparno Putro: “Islam membuat saya tenang”

“SEWAKTU saya membaca syahadat saya terharu sekali, sampai menitikkan air mata. Saya merasa seperti ada yang menyentuh kepala saya.

Begitulah pengalaman spiritual Dale Andrew Collins-Smith memutuskan hijrah menjadi mualaf (pemeluk Islam). Lelaki kewarganageraan Australia itu sebelumnya beragama Budha. Urusan agama bagi Dale adalah urusan pribadinya. Kedua orangtua Dale tidak beragama, makanya urusan agama sepenuhnya urusan dirinya. Mana yang dirasa cocok boleh dipeluknya.

Ia pun memilih Budha, karena sewaktu berumur sekitar sepuluh tahunan di sekolahnya banyak mendapatkan cerita tentang Gandhi. “Beliau pribadi yang penuh kasih. Dan saya memang menyukai pribadi orang yang seperti itu. Saya tipe orang yang tidak bisa menyakiti orang. Saya tidak menyukai peperangan dan memukul orang. Waktu itu saya berpikir misi Budha cocok untuk saya. Makanya saya pilih Budha,” ujar Dale.

Menurut Dale, ia kemudian memilih Islam karena ingin mendapatkan ketenangan jiwa. Apakah saat menjalani ajaran Budha tak ada rasa ketenangan? “Bukan berarti dalam agama Budha saya tidak merasa tenang, tetapi saya merasakan kalau ajaran Budha lebih mirip prinsip hidup daripada agama. Sementara Islam mengajari hubungan vertikal antara hamba dengan Tuhannya.”

“Jadi inilah yang membuat saya merasa cocok dan merasakan adanya ketenangan setelah mempelajari Islam,” kata dia.

WAHYU Suparno Putro, begitulah namanya kemudian dikenal seantero Nusantara melalui program acara televisi “Bule Gila” (ANTV) atau “Sunnah Rasul” (Trans 7). Itulah nama Dale, setelah menjadi mualaf.

Siapa kira, awalnya, ia begitu membenci suara adzan Subuh. Suara panggilan sholat di pagi hari itu pun seperti “musuh” bebuyutannya, karena membuat tidurnya terganggu. Justru, dari situlah, ia kemudian memutuskan untuk hijrah sebagai mualaf atau menjadi pemeluk Islam. Baginya masuk Islam bukanlah hal yang perlu disesali.

“Dalam Islam kita semua bersaudara. Bahkan saya dapat menemui Tuhan saya lima kali sehari. Hal itu tidak pernah saya temukan sebelumnya,” ujar dia.

DUA belas tahun silam atau sekitar tahun 1999, Dale saat itu datang ke Yogyakarta dari Australia untuk mencari nafkah dari perusahaan kerajinan yang memekerjakan sedikitnya 700 karyawan.

Di Kota Gudeg itu, dia tinggal mengontrak, sampai suatu hari dia pun dipertemukan seorang petugas keamanan atau satpam, Soeparno. Dari sinilah, mereka kemudian bersama, Dale diajak Soeparno menetap di rumahnya, sekaligus diangkat menjadi anaknya. Soeparno sendiri sudah memiliki sebanyak anak lima.

Rumah Soeparno letaknya berada di depan masjid. Makanya, tiap pagi suara adzan Subuh itu seperti meraung-raung di dekat telinganya. Tak pelak, hal itu kemudian membuat, Dale selalu bagun lebih awal. Setelah menatap lama di situ, ia pun selalu terbangun 5-10 menit lebih awal dari adzan Subuh.

”Ini yang membuat saya heran,” katanya. ”Padahal sejak kecil saya tak pernah bisa bangun pagi, tapi di sana (Yogyakarta) saya mampu merubah pola hidup saya untuk bangun pagi.”

Seiring waktu, ia pun mulai tertarik dengan Islam. Ia pun belajar Islam sungguh-sungguh, mulai tentang sholat sampai puasa. Ia tak sungkan bertanya pada rekan-rekannya yang menganut Islam. Ketika Ramadhan tiba dan rekan-rekannya berpuasa, dia pun seperti terpanggil untuk ikut berpuasa.

”Awalnya saya cuma ingin mengetahui saja seperti apa sih rasanya puasa,” kata dia. ”Saya kadang suka ikutan puasa bersama mereka saat Ramadan tiba. Alhamdulillah saya puasa full lho selama Bulan Ramadan itU.

Tak merasa cukup terjawab tentang Islam pada rekan sepergaulan, Dale kemudian bertanya kepada siapa saja yang dianggapnya sumber ilmu, sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang ustad bernama Sigit. Ustad ini pun masih satu kampung dengannya.

”Waktu saya ceritakan tentang pengalaman saya, dia malah berkata kepada saya,”Sepertinya malaikat mulai dekat dengan kamu’,” kata Dale menirukan ucapan ustad itu.

Mendengar ucapan itu, Dale merasakan seperti ada yang meledak-ledak di dalam dirinya. ”Semuanya seperti jatuh ke tempatnya,” kata dia menggambarkan situasi emosional dirinya ketika itu. ”Saat itu saya juga sudah bisa menangkap secara akal sehat tentang Islam,” ujarnya lagi.

Ledakan yang ada di dalam diri itu kemudian membawa Dale terus menjalin hubungan dengan Ustad Sigit. Dari sosok ustad itu, dia mengaku mendapatkan sebuah buku tentang Islam dan muallaf. Dan pada saat itu pula, niatnya untuk mempelajari sholat kian menggelora.

Di saat hasrat di dalam diri semakin ‘merasa’ Islam, Dale kemudian bertanya pada Soeparno. Ayah angkatnya sempat terkejut. Dale pun disarankan masuk Islam saja melalui bantuan Pak Sigit.

Ketika ia berikrar masuk Islam, banyak kalangan mempertanyakan sikapnya itu. Namun, ia menuturkan bahwa proses hijrah itu adalah murni panggilan jiwa. “Mereka bertanya seperti itu karena di sana baru saja terjadi suatu peristiwa, di mana terdapat suatu kelompok orang yang masuk Islam, tapi belakangan diketahui dia masuk Islam dengan tujuan untuk merusak Islam dari dalam.”

Ia pun sempat ditanya, apakah dirinya termasuk kelompok itu? “Ya saya jawab bukan, karena saya juga baru mendengar ada kejadian sepert itu untuk pertama kalinya. Saya katakan saya masuk Islam dari hati nurani,” ujar Dale.

Menjadi muallaf, ia pun berganti nama menjadi Wahyu atas pilihan nama ayah angkatnya. Ia sempat menolak agar tidak diberi nama Muhammad, karena hampir semua orang bule yang masuk Islam namanya Muhammad.

“Saya ingin berbeda. Saya juga mencantumkan nama bapak angkat saya Suparno di belakang nama Wahyu, untuk menghormati beliau,” kata Dale, yang sudah yatim piatu sejak usia 20 tahun itu.

Disari dari berbagai sumber

7 thoughts on “Wahyu Suparno Putro: “Islam membuat saya tenang”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s