Gombal Itu Seksi Loh! (2)

ISTIRAHAT sebentarlah, untuk berpikir selanjutnya bagiamana dan mau menulis, tiga gombalan yang ada pada dirimu. Sebab, terkadang kita terlalu dipaksa-paksa dan ingin tahu seperti apa ending-nya. Justru, hal seperti itu tidak mengenakan. Sebab, semua hal yang dipaksa itu tidak nikmat, tidak ada rasa.Nah, bila Anda sekalian membaca note ini memang untuk bersantai-santai, tidak seperti biasanya note yang saya buat, makanya saya ijinkan untuk sejenak menghela nafas. Silahkan ambil kopi, atau secangkir cokelat di samping laptopnya, biar syaraf-syaraf otak setelah pekerjaan yang begitu penat dan membosankan itu, lebur bersama butiran-butiran kopi.

 

Atau bila memang tak ada mini laptop, ponsel canggihmu itu bisa kau letakkan barang sejenak, atau kalian bisa menelpon kekasih Anda, kekasih kedua, teman tapi mesra, calon kekasih atau mantan-mantan kalian yang masih bisa diajak berselingkuh ria. Nah, untuk masalah selingkuh saya tidak menganjurkan loh ya!

Coba, kalian bisa benahi gaya tidurnya, coba untuk miring ke kanan, sebab gumpalan seprei cukup merepotkan, punggungmu; seperti ada gumpalan yang mengganggu, sehingga membuat tidak nyaman, saat membaca note saya ini. Geser sedikit bantal-bantal yang buat rebahan. Tapi kok aneh, sudah berapa bulan sarung bantal kalian belum diganti? Saya sarankan, ini mumpung masih ada waktu, gantilah barang sebentar, ini juga proses untuk menikmati sebuah bacaan, sarung yang wangi dari softener, tentu memberikan kenyamanan dan kenikmatan tersendiri, kemudian baru kalian menggapai ponsel cantikmu untuk menemui saya.

**

GOMBAL. Kata ini saya cari dalam bahas inggris, kok diartikan false atau empty; yang bisa diartikan bebas bohong, kosong, omong kosong, bualan. Tolong yang bahasa inggrisnya lebih jago, bisa membenarkan translate-nya, jujur saja saya ndak lulus TOEFL, jadi ya agak susah mencari padanan katanya. Mmm..ini bukan untuk menggombal dalam keinggris-inggrisan, tapi mencoba menelaah, dari mana sebetulnya kata gombal berasal. Nah, karena saya malas dan tak mau tahu, asal muasal kata atau epistimologi kata ini saya serahkan kepada kalian yang lebih jago.

Namun begitu, sebetulnya kata gombal bisa diartikan sebagai sebuah ungkapan untuk merayu (to seduce) pasangannya, biar dirinya menjadi lulu hatinya, dan anda bisa bersenang-senang dengan fantasi cinta kalian. Gombalan tak melulu milik pria, dia bukan milik siapa-siapa, dia milik pasangan yang jatuh cinta. Tak berlaku bagi yang muda atau tua, laki-laki atau perempuan, anak sekolah atau anak jalanan, istri simpanan atau istri beneran, presiden atau para wakil rakyat. Ini universal.

Nah, memang gombal itu seksi, seseksi kata-kata yang dilontarkan. Tengoklah, sebuah gombalan yang saya comot dari salah satu situs gombal:

“Dunia ini hanya milik kita berdua sayang, yang lainnya hanya ngontrak,” begitulah sebuah gombalan klasik. Atau ada lagi yang beginian: “Berpisah dengamu sedetik saja bagaikan 1000 tahun.”

Wah, kalau yang terakhir ini seperti gombalan anak-anak baru gede, yang jatuh cintrong sesama teman sekelasnya. Kalau ditanya, “Emangnya umurmu sekarang berapa?” Pusing tujuh keliling dah, kalau ditanya didepan muka tuh si cewek.

Boleh-boleh saja kok, semua menggombal begitu, asal si pasangannya tidak protes, why not?. Tapi bagi saya, gombalan seperti itu tak berlaku bagi saya, ini terlalu lebay hay, india hay. Jadi, saya anjurkan jauhilah gombalan seperit ini. Ciptakan gombalan itu, sebaik mungkin, mempunyai konsep yang jauh ke depan, tapi logis dan memberikan arah terhadap hubungan kalian. Sebab, meski gombalan itu seksi, tapi pasangan kalian bisa mengatakan,”Ah basi!” Makanya, menggombal itu tak sekedar mendayu-dayu, sehingga pasangan kalian, berceletuk, “Ih ngerayuuu teeeyuuzzz..”

Kalau menggombal, pikiran jangan kosong, tapi endapkan rasa, ambil kekuatan alam sekitar, dan susunlah kalimat yang sesuai dengan kalian. Sebab, gombal yang tak selaras dengan suasana kalian, itu artinya empty alias omong kosong. Dan gombal yang saya tawarkan adalah merepresentasikan kejujuran, bukan sekedar membual mulut. Dia diproses melalui tesis-tesis dan kemudian dicari antitesis-antitesesi sehingga, munculo sintesa-sintesa hasrat kalian. Bahwa gombal kalian ini memang seksi bagi pasangan.

Misalnya,”Sudah aku katakan, bukanlah semata mengenalmu lebih dalam, tapi aku terpaksa menarikmu untuk sedikit mendekat, bertengkar sambil minum kopi, sepertinya lebih indah ya?”

Mungkin seperti, bila ada pada kalian semua yang pernah bertengkar saat makan, kemudian munculkan joke-joke di sela-sela itu, mungkin sedang minum kopi, ya bisa memakai kopi. Atau bila memang pasangan anda suka sambal, bisa begini “Bagaimana bila sambal ini aku lumatkan pada hidungmu, dan aku foto?” pasti akan ketawa dia, alhasil pertengkaran tidaklah terjadi.

**

ITU sekedar intermezo, uraian saya terkait dunia pergombalan, dan bila memang belum puas, bisa menghubungi secara personal melalui email, fesbuk, telepon seluler atau bertemu langsung. Saya sarankan bertatap muka, saya lebih suka. Tapi bila anda memerlukan sih

Selanjutnya, saya akan mengutarakan tiga hal yang masih tertinggal. Setelah tiga teratas tadi berhubungan dengan fisik, kali ini bukan. Inilah sukarnya memilah dan kemudian memilihnya, begitu banyak soalnya, jadi mana yang harus aku pilih.

Keempat adalah, ketika kamu marah. Sebetulnya marah itu luapan kejujuran. Jujur yang sebenarnya adalah marah itu. Anda jangan mudah percaya begitu saja sama orang lain, saat dalam hubungan yang santai, mengatakan sesuatu yang benar-benar terbuka tentang sesuatu hal. Meski itu pun sebuah curhat, orang yang curhat itu juga sedang sedikit kesal, rumit, rumpil dengan perasaannya. Makanya ia jujur.

Nah, kalau para koruptor itu marah, “Saya enggak ambil uang kok, ah kata siapa itu. Saya katakan bahwa saya tidak menerimanya,” kata sang calon koruptor itu sambil matanya sedikit gugup dan meloncat ke depan. Nah boleh saya prediksi, si fulan ini menerima. Itu sih masing-masing feelling saja ya, menafsirkannya, kalau saya sih begitu. He..he..

Ketika saya perhatikan kamu marah; ada sedikit gurat di dahi, bibir, pipimu yang menegang, dan matamu pasti akan berfokus pada hal-hal tertentu, bisa handphone, baju, makanan, helm, kacamata, cincin, gelas, sendok dan lain-lain yang sekiranya sedang dipegang. Dan marahmu itu sungguh membuat saya semakin yakin, bahwa kamu begitu sayang sama saya.

Saat-saat seperti itu biasanya kamu akan sedikit melengos ke sisi kanan atau kiri, mengungkuri saya, biar tidak melihat mata saya yang biasanya menggodamu, dan biasanya kamu ketawa bila saya sudah mencubit sebagian tubuhmu atau dengan sindiran kata-kata gombal yang menenangkan. Dan biasanya habis itu kamu ketawa., itulah saat-saat seksi darimu.

Untuk yang poin, kelima, pilihannya sangat sukar. Saya harus memutar otak kembali, kira-kira apa ya? Dan akhirnya jatuh pada saat dirimu: mengunyah makanan.

Saya suka memerhatikan, kalau dirimu sedang makan. Tekanan mulut, gigitan yang lembut atau kasar, kunyahan cepat atau lambat, mengunyah sambil berbicara yang kau tiru dari film-film barat itu, seperti serial Freinds misalnya, yang kalau diperhatikan suka makan yang tidak sopan. Makanya sering saya sela, gaya makanmu, “Pakai tangan kanan ya.” Dan dirimu pasti beralasan lagi,”Uh, cuman gini kok” dan kemudian kamu ketawa, sambil mencubit saya.

Apalagi ketika dirimu bersendawa, pasti akan lucu lagi mimik mukamu. Seperti orang kelolodan isi buah kedondong. Saya jadi ingin ketawa hebat. Tapi sebetulnya saya lebih berkesan melihatmu saat makan durian; saya ingin melihatmu mengambil bulatan durian yang sedikit mblenyek, dan kemudian kamu lumat-lumat seperti menghaluskan bibirmu sendiri. Saat itulah, dirimu membahagiakan saya. Juga begitu, saat dirimu melumat es krim cokelat Conello yang saya belikan. “Beliin dua ya, nanti kita makan bersama di teras rumah.” Dan saya pun tak bisa menolak.

Keenam dan ini adalah pilihan terakhir yang aku pilih. Dan untuk poin ini saya tak sukar, karena memang sudah saya persiapkan dari awal. Yaitu, ketika mengantarmu pulang ke rumah naik vespa atau naik sepeda motorku yang lain.

Saat itulah, pertemuan dan perpisahan sementara kita menjadi puisi terindah hari itu. Apalagi bila selama perjalanan, dirimu marah. Makanya terkadang saya perhatikan dari kaca spion kamu cemberut, dan menutup kaca helmnya, ketika saya tanya kenapa, tak ada respon. Dan saya sangat sedih. Tapi bila hal itu dalam waktu senang, kamu suka bercanda di kaca spion, sambil menjulurkan lidahmu. “Weekkss…” terus kamu senyum, sambil lirih di cuping telingaku, “Aku suka kamu juga kok”

Setelah putar-putar kota, menikmati suasana malam, atau bepergian makan malam, saat-saat berada di kuda besi ini, adalah suasana yang sebenarnya ada jarak. Tapi jarak itu bisa diminimalisir dengan kaca spion, jadi yang membikin romantis adalah kaca spion itu. Untungnya kaca spion motor saya selalu ada, coba kalau tidak, bagaimana saya bisa melihat mimik saat kamu bercanda. Tapi maaf, kaca spion motor saya yang sebelah kanan, saat ini hilang..”Beliin spion dong,” he.he.

Saat menurunkanmu, terasa begitu ada yang berat bergerak. Ups, jangan salah duga, ini bukan masalah berat badan, tapi ada perasaan dari saya, bahwa kamu akan pergi hari itu. Dan saya sungguh tak mau melepas hari indah masa itu. Setelah semuanya oke dan cukup diselesaikan dengan, “Nanti sms ya sampai rumah,” kamu tersenyum. Simpulan pipimu akan tergulung indah. Dan saya terlalu terlena momen-momen seperti itu.

Begitulah, enam hal yang saya rangkum dari dirimu. Mengapa dirimu membuat saya menjadi terkesan. Terima kasih banyak.

 

Tabik,

Balaikota DKI Jakarta,

17 Ramadhan 1431 H/27 Agustus 2010.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s