Balada Toilet Pesing Balaikota

Jakarta | 21:52 Thu, 7 Apr 201

Jurnas.com | “Toilet adalah wajah kita. Toilet cermin dari pemilik rumah” (Triesna Wacik selaku Miss Toilet Indonesia, juga istri Menteri Kebudayaan dan Pariwista, Jero Wacik).

ENAM bulan lalu, Oktober 2010. Dwifantya Aquina, 24, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Toilet perempuan di dekat ruang wartawan: kotor, bau pesing, dan jorok. Itu membuatnya bertanya-tanya, apa tidak bisa pemerintah mengurusi toilet?

“Parah deh pokoknya. Enggak mau jaga kebersihan,” kata Tya, begitu panggilannya di lingkup wartawan, di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (7/4). Tya adalah wartawan media dalam jaringan, VIVAnews.com.

Ia meneruskan ceritanya, “Gue langsung mikir, toilet itu kan cerminan dari tuan rumah. Kata orang tua, kalau mau lihat aslinya si tuan rumah, masuk ke toiletnya: bersih apa enggak? Nah disitu kamu bakal tahu aslinya kayak apa.”

“Pemerintah apa enggak malu? Balaikota kan sering didatangi tamu dari berbagai kalangan. Gimana coba tamunya enggak jadi pipis, gara-gara jijik pas masuk toilet,” katanya.

Begitulah kondisinya toilet di Balaikota DKI Jakarta. Tak seluruh toilet yang dalam kondisi buruk. Ada dua toilet yang kondisi buruk yaitu di samping ruang wartawan dan di dekat ruang Satuan Koordinasi Pelaksana Crisis Center (Satkorlak CC).

Toilet yang pertama terbagi antara toilet laki-laki dan perempuan. Toilet laki-laki awalnya cukup bagus, tapi lama-kelamaan tak terawat juga. Atapnya dalam kondisi bolong-bolong, bau pesing, keran toilet khusus laki-laki mampet sehingga susah untuk cebok, pintunya tidak bisa dikunci, kaca hilang, dan ruangan yang pengap karena sirkulasi udara yang buruk.

Sementara, toilet perempuanya tak jauh beda, terutama pintunya paling parah karena tak bisa ditutup. Bahkan, banyak serangga yang sering muncul seperti kalajengking, kecoa, kelabang. Makanya, tiap perempuan jadi enggan buang air besar atau air kecil di situ. Para perempuan lebih sering menggunakan toilet yang kedua yaitu toilet dekat Satkorlak CC.

Setali tiga uang, toilet kedua pun dalam kondisi yang lebih parah. Toilet kedua juga dibagi dua: laki-laki dan perempuan. Toilet khusus perempuan, dua jamban mampet dua-duanya, sehingga mereka yang sakit perut tidak bisa melakukan pub di situ. Mereka lebih memilih di ruang Humas yang lokasinya agak jauh lagi.

Sejak lama, di pintu toilet terpasang kertas, “Dilarang Buang Air Besar Mampettttt…”. Juga tertulis, “Maaf untuk sementara kamar mandi wanita sedang dalam perbaikan dapat menggunakan kamar mandi Balai Agung Lt 2.”

Tapi tulisan itu hanya menjadi “pepesan kosong”, karena hingga kini tidak ada perbaikan sama sekali. Jambannya pun malah ditutupi kardus.

Pemeliharaan kebersihan di seluruh gedung Balaikota tanggung jawab Biro Umum. Bakal takjub bila mengetahui total anggaran kebersihan untuk lingkug Balaikota yaitu sebesar Rp 6,87 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan pada APBD tahun ini dan terbagi untuk masing-masing gedung. Toilet yang rusak tersebut termasuk dalam gedung Blok F dan Balai Agung.

“Itu rusaknya sudah empat tahun, tapi sama bagian rumah tangga biro umum cuma di foto-foto doang,” kata petugas kebersihan, Manto (32) yang sudah 7 tahun bekerja di Balaikota. “Makanya kadang cewek-cewek pakai toilet laki-laki, terus saya jagain,” katanya.

Untuk toilet laki-laki, boleh dibilang lebih bagus. Kebersihan cukup dijaga, meski toilet kencing berdiri laki-laki dua unit rusak, hanya satu yang bisa digunakan.

Nasib toilet ini cukup membuat warga Balaikota merasa miris. Tak hanya Tya yang berkomentar sama, Lia Harahap, 24, wartawan media online, Detik.com juga merasakan pengalaman serupa menggunakan toilet. “Pokoknya saya enggak nyaman, apalagi bau. Saya harap ini segera diperbaiki. Yang aku tahu setiap kantor pemerintahan WC-nya suka enggak bersih. Di sini yang bagus WC di Balai Agung dekat rapat pimpinan,” kata Lia.

Adi Wijaya, penjual koperasi di ruang wartawan, mengeluhkan kondisi toilet sudah sejak lama. Menurutnya, kondisi buruknya toilet menunjukkan petugas kebersihan tidak bekerja. “Harusnya dirawat, terus diberi pewangi biar enggak bau lagi,” kata Adi.

Berikut rincian anggaran kebersihan:
1. Gedung Blok B’ Kompleks Balaikota sebesar Rp 1,1 miliar.
2. Gedung Balairung dan Balai Agung sebesar Rp 1,2 miliar.
3. Gedung Blok D, E dan F Kompleks Balaikota sebesar Rp 900 juta.
4. Gedung Blok G Lt. 1 s.d. 12 Kompleks Balaikota sebesar Rp 1,8 miliar.
5. Gedung Blok G Lt. 13 s.d. 25 Kompleks Balaikota sebesar Rp 1,3 miliar.
6. Gedung Kompleks Balaikota sebesar Rp 570 juta.

(Sumber APBD DKI 2011)

sumber tulisan: http://www.jurnas.com/news/25146/Balada_Toilet_Pesing_Balaikota/1/Ibu_Kota/Balai_Kota

sumber foto: google.com/ilustrasi

4 thoughts on “Balada Toilet Pesing Balaikota

  1. hiiiii………………………………… itu wc apa tempat sampah? jijik amat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s