Mengunyah Steve Jobs (1)

STEVE JOBS tak bisa memberikan pidato dalam peluncuran buku biografinya, “Steve Jobs” karya Walter Isaacson pada 24 Oktober 2011. Itu lebih awal dari rencana semula pada 21 November mendatang. Jobs, pendiri Apple Inc. Sebuah perusahaan komputer pribadi, itu meninggal di usia 56 tahun pada 5 Oktober lalu lantaran penyakit kanker pankreas.

Di tangan penulis sekaliber Isaacson, buku tersebut memukau jutaan orang di dunia. Reuters menulis, di pekan pertama penjualan buku terbitan Simon & Schuster, New York tersebut terjual sebanyak 379 ribu kopi.

“Terjual tiga kali lebih banyak ketimbang buku yang berada di peringkat dua Litigators karya John Grisham,” kata Reuters, 4 November lalu.

Ia menjadi salah satu dari 20 buku paling laris pada tahun ini dan sudah dicetak sampai tiga kali dalam sepekan pertama usai diluncurkan.

Bahkan, BBC memprediksi buku ini akan menduduki 10 besar buku dengan penjualan terbaik pada akhir 2011. Amazon.com, perusahaan ritel online terbesar di dunia, juga mengakui bahwa permintaan terhadap buku Steve Jobs sangat tinggi dan akan bisa menduduki posisi penjualan terbaik tahun ini.

Berdasarkan data dari Nielsen Bookscan pada thebookseller.com, buku ini juga tercatat sebagai buku dengan penjualan terbaik dalam minggu ini di Inggris. Tercatat 37.000 buku terjual dalam lima hari pertama. Data ini tidak termasuk data penjualaan buku elektronik (e-book).

Bertahun-tahun, tulis kantor berita Antara, jarang terlihat buku laris terjual ribuan eksemplar dalam satu minggu. Terakhir, buku Biografi mantan Presiden AS George W. Bush “Decision Points” berada di urutan dua dan buku Jeff Kinney “Diary of a Wimpy Kid: The Ugly Truth” yang terjual lebih dari 400 ribu eksemplar dalam minggu pertama pada November lalu.

Di Indonesia, respon penerbitan pun disambut cepat oleh Penerbit Bentang Pustaka asal Yogyakarta, satu grup penerbit besar asal Bandung, Mizan Media Utama (MMU).

Jarang-jarang, penerbit Indonesia menerbitkan karya biografi resmi sedemikian cepat. Boleh dibilang, Bentang Pustaka adalah penerbit kecil yang beralamat di Jalan Pandega Padma 19 Yogyakarta. Saya pernah ke sana, waktu itu melamar sebagai editor, namun tak diterima.

Sebelum bergabung dengan MMU, Bentang memang sudah dikenal dengan menerbitkan buku-buku sastra dan lainnya. Dulu namanya masih Bentang Budaya. Tapi kemudian hari, nama itu berubah sesudah bergabung dengan Mizan.

Biasanya Gramedia Pustaka Utama selalu cepat merespon penerbitan terjemahan. Penerbit ini sudah terkenal dengan terjemahan bagus. Jarang ada penerbit lain yang sebagus terjemahan Gramedia. Tapi kali ini sepertinya kalah cepat. Terkadang memang ada penerbit kecil yang menulis tokoh-tokoh terkenal seperti Saddam Husein, Barack Obama, Gus Dur, Antasari Azhar, Susno Duadji dll, yang hanya mengutip dari laporan media massa.

Mereka mengejar momen, tapi isinya ‘kosong’ kejutan-kejutan yang ingin diketahui publik atas sisi-sisi lain kehidupan sang tokoh. Mereka tidak menulis secara utuh sebagai sebuah biografi. Mereka hanya ‘menipu’ pembaca, seperti berita-berita televise yang mengulang-ulang kejadian.

Penerbitan Steve Jobs pun sebenarnya saya anggap juga mengejar momen. Tapi untuk kali ini, penerbitnya sepertinya tak mau ‘main-main’ atau sekedar mencomot cerita media massa atau browsing di internet.

Mereka membeli hak terjemahan langsung atas karya asli. Tak tanggung-tanggung Bentang menyewa agen penerjemah Word++ Translation Service, meski ada tim internal mereka.

MELIHAT bukunya dalam di tumpukan rak-rak Gramedia memang cukup mentereng. Tampilan muka yang aduhai dengan gambar muka Jobs, baik sampul depan atau belakang, buku tersebut seperti memiliki daya magis tesendiri.

Akhir pekan lalu, saya pergi ke Gramedia di Mal Kalibata, yang baru diluncurkan beberapa waktu lalu, setelah mal itu renovasi di beberapa bagian. Dari semula saya memang akan membeli buku Isaacson tersebut.

Memegang buku setebal 690 halaman – bila dihitung sejak lembar daftar isi hingga lembar foto-fotonya, buku tersebut sampai 764 halaman – terasa berat. Setelah dibuka saya lihat sebentar kata pengantar Isaacson dan bab pertama, menarik!

Segera saja saya beli bersama komik Kariage Kun, yang dipesan istri saya. Harganya Rp119.ooo, cukup fantastis! Jarang-jarang saya beli buku semahal ini. Maksud saya untuk satu buku, biasanya dengan jumlah uang sebesar itu saya sudah dapat lima buku. Padahal, sejak tahun lalu saya mau beli novel babon “Naga Bumi” karya Seno Gumira Ajidarma yang harganya Rp150.000, dan itu buku paling mahal yang pernah dia buat.

Terakhir saya membaca buku tebal sudah dua tahun lalu yaitu novel “Rahasia Meede Misteri Harta Karun VOC” karya ES Ito, terbitan Hikmah, lagi-lagi satu grup dengan MMU. Buku itu setebal 675 halaman.

6 thoughts on “Mengunyah Steve Jobs (1)

  1. Bagaimana isinya? Benarkah hanya “mengejar momen” seperti bio terjemahan pada biasanya?

    Saya penasaran dengan hasil terjemahan biografi Steve Job yg ini, cepat juga ya untuk menggarap biografi tokoh terkenal, hanya sekitar 1 bulan.

  2. memang hebat penerjamahannya, buku ini salah satu terlaris di toko buku. klo mengejar momen, bisa jadi iya, namnya juga jualan mas. tp kan jualan buku yang bermutu, enggak salah kan, malah kita makin jadi kaya ilmu.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s