Dari Johar 8: Puasa dan Jalan Kemerdekaan

DERU politik pemilihan gubernur di Jakarta berhenti untuk sementara waktu dan baru akan berlanjut September mendatang. Selama jeda itu, kita berjumpa kembali dengan bulan agung (syharun adzim mubarok). Juga disebut pula dengan “sayyid al syuhur“; bintang dari seluruh bulan dalam setahun.

Ramadan adalah waktunya menanam kebaikan:  fastabiqul khairat; berlomba-lombalah dalam berbuat kebaikan (QS Al Baqarah: 148). Jadikan ini bulan untuk menghapus lumpur-lumpur kemaksiatan politik maupun sosial yang sudah diperbuat. Melepas topeng keberpuraan selama ini sebagai politik pencitraan.

Puasa adalah jalan. Ia bagai perahu Nuh, yang mengantarkan pada kemerdekaan dari bencana. Orang-orang berpuasa adalah orang yang memiliki keyakinan (nyawiji/iman), bahwa ia akan menikmati merdeka pada waktu nantinya. Nikmat itu, dalam ajaran Islam, adalah saat berbuka puasa dan betemu Rabbnya (Tuhan).

Ketika Negara ini memplokamirkan diri merdeka, orang bersorak sorai, seperti “orang gila”, tertawa dan menagis haru. Mereka menjadi orang merdeka. Waktu itu juga di bulan Ramadan, bahkan sebelum pidato kemenangan itu, Bung Hatta dan Soekarno makan sahur di rumah Admiral (Laksamana) Maeda.

Dan, kemerdekaan itulah hasil “puasa” atau perjuangan demi perjuangan ratusan tahun rakyat Indonesia. Kebahagian itu lalu terabadikan melalui Masjid Istiqlal, yang memiliki makna kemerdekaan. “Proyek (masjid) tersebut sebagai tanda syukur kepada Allah terhadap anugerah kemerdekaan,” kata Bung Hatta (Alwi Shahab dalam Saudagar Baghdad Dari Betawi).

Hal sama dialami rakyat India yang masih bermimpi untuk merdeka waktu itu. Pada 1940-an, Inggris masih berkuasa dan perang antara umat Muslim dan Hindia masih bergejolak di India. Adalah Mohandas Karamchand Gandhi (2 Oktober 1869-30 Januari 1948), salah satu sosok yang andil besar melerai perang itu. Gandhi tak ingin ada perpecahan rakyat India.

Ia memutuskan puasa sampai kedua pihak meletakkan senjata. Ia berpuasa selama 12 hari dan pada puasa hari kelima, perang pun usai. Puasa Gandhi adalah salah satu jalan kemerdekaan bagi rakyat India, sampai akhirnya Inggris memberikan kemerdekaan India pada 15 Agustus 1947.

Apakah manisnya puasa (kemerdekaan) itu, kita dapat rasakan sepenuhnya saat ini? Masalah demi masalah menimpa Negeri ini, bahkan pengadaan kitab suci pun harus dikorupsi, karena merasa dirinya belum merdeka dan sejahtera.

Puasa itu tak sekedar diartikan menahan lapar dan haus, tapi juga sebagai jalan kemerdekaan berkat Tuhannya. Bila kita ingin merdeka, puasalah untuk Tuhan, sebab puasa adalah ibadah paling mesra kepada Tuhan. “…puasa itu untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya…,” kata Rasulullah dalam sabdanya (HR Bukhari dan Muslim). Dan, tentu Tuhan memberkati dan melimpahkan kenikmatan tiada tara, jika jalan puasa itu dilakoni dengan benar.

Tapi, setiap tahun kita melakoni ritual ini, justru kita sering alpa di sebelas bulan berikutnya. Puasa kita tak memberikan kemerdekaan bagi sekeliling kita, karena puasa kita hanya sebatas lapar dan dahaga. Atau kita berpuasa agar dipuji atasan demi karir pekerjaan. Kita puasa sebagai politik pencitraan.

Sayangnya, kita tidak “bermesraan” atau introspeksi diri di hadapan Tuhan. Akibatnya, Negeri ini masih banyak kemaksiatan politik, sosial budaya, mafia hukum, korupsi-kolusi-nepotisme (KKN), kemiskinan, perpecahan, peperangan antar agama dan suku.

Andaikata pemimpin Negeri ini memberikan sabda: puasa sebagai kebijakan nasional, boleh jadi, kemerdekaan yang sesungguhnya akan kita raih. “Mulailah dengan apa yang benar, bukan dengan apa yang bisa diterima,” kata Sastrawan Jerman Franz Kafka (1883–1924).

2 thoughts on “Dari Johar 8: Puasa dan Jalan Kemerdekaan

  1. Tepat hari ini sebagian orang di dunia merayakan hari puasa bicara sejagat. Praktik itu dilakukan oleh para pengikut pemimpin spiritual asal India, Meher Baba. Menurut aturan kepercayaan itu, sehari penuh mereka dilarang berbicara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s