SBY: Jangan Sampai Seperti Zaman Dinosaurus

(foto: inilah.com)

PULUHAN jenderal purnawirawan meriung sumringah, Selasa (2/10) malam. Mereka bertukar cerita dan canda di Ballroom Balai Kartini, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan. Acara itu lebih semacam reuni para jenderal alumni AKABRI 1970.

Padahal, kali itu peluncuran buku “Mengawali Integaris, Mengusung Reformasi“, yang ditulis oleh sejumlah alumni AKABRI 1970. Sejak sebelum Magrib sudah banyak yang hadir. Tapi, acara baru dibuka selepas Isya, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan istrinya, Kristiani Herrawati datang.

Yudhoyono diundang khusus sebagai kepala negara, alumni AKBRI ’73, sekaligus pelaku reformasi. Ia memulai pidatonya dengan canda. Ajudan yang menyertainya diminta turun dari panggung. “Saya suruh turun supaya tidak terkesan seram,” tutur Yudhoyono, disambut tawa hadirin.

Dikatakan bahwa Letjen (purn) Agus Widjojo-lah, juga penulis buku itu, yang mengundangnya langsung. “Kalau yang mengundang ‘ordo’, tidak berani saya,” ujar Yudhoyono, melempar senyum. Jenderal-jenderal pun tertawa berderai. Yang dimaksud “ordo” oleh Yudhoyono adalah kelompok komando. “Saya masih ingat Pak Agus dan lainnya, yang mengasuh dan membimbing kami, para junior waktu itu,” ujarnya.

Sepanjang hampir 30 menit berpidato, Yudhoyono menyinggung bagaimana kontribusi ABRI dalam proses politik di Indonesia, sampai proses reformasi di tubuh ABRI pada 1998 dan 1999. “Kita masih ingat ABRI dihujat dan dilecehkan dalam proses ‘nation building’ dan dalam proses demokrasi di negeri ini,” ujarnya.

‘’Di masa reformasi, kami juga menyumbang perubahan di tingkat pemerintahan seperti di DPR, makanya tidak benar bila kita tidak memiliki andil dalam reformasi,” katanya.

Ia pun memberikan motivasi bagi rekan-rekannya yang terjun ke dunia politik, tetap berpegang pada sumpah prajurit. “Saya berharap kakak-kakak dan adik-adik yang masuk dalam politik praktis bisa menjadi politikus yang baik, menjaga persatuan dan kesatuan, dan tidak menghalalkan politik segala cara,” ujarnya.

Yudhoyono menilai meski purnawirawan, seorang militer bukannya tidak bisa sukses. Banyak kalangan militer yang terjun ke dunia politik. Tapi, katanya, “Yang biasanya yang sukses di bidang militer, itu sukses di bidang bisnis, dan sukses di bidang politik,” katanya.

Yang penting, katanya, bagaimana seseorang itu memiliki ilmu mengelola masalah, strategi dalam memperkirakan, dan mengelola sumber daya yang ada. Menurutnya, kalangan militer masih patut diperhitungkan dalam Pemilu 2014. Meski, ia tak menutup mata bahwa dari kalangan sipil juga muncul calon presiden yang bagus. “Siapapun nanti yang menjadi pemimpin di 2014, kita dukung,” ujarnya.

Ia mendoakan bagi kalangan militer yang ingin maju di dalam kompetisi politik. “Saya mengajak semuanya jangan lupa membantu kawan, bukan hanya angkatan ’70 tapi juga angkatan lain yang sukses. ‘Life begins at 40, tapi kita katakan ‘60 is still young’. Benar, meski postur kita begini, semangat masih tetap ada,’ ujarnya.

Masa saat ini, ia mengistilahkan sebagai masa transformasi. Makanya, ia mengajak agar semua kalangan bisa lebih adaptif lagi terhadap segala macam perubahan yang terjadi. “Kita harus bisa menyesuaikan dan adaptif terhadap perubahan. Tentu kita tidak ingin seperti zaman dinosaurus: semua sudah berubah, tapi kita belum berubah,” ujarnya.

Analogi itu menyiratkan bahwa kalangan militer pun harus memiliki sikap reformasi diri, jangan sampai seperti dinosaurus yang tak bisa beradaptasi dengan perubahan zamannya. Dikatakannya, reformasi adalah perubahan dan bukanlah sebuah revolusi, makanya hal itu haruslah bertahap. “Reformasi di Tiongkok dilakukan secara bertahap. Dan tentunya kita berharap kita semua bisa menjadi bagian dari proses besar itu. Apapun perbedaan politiknya, kita tetap Bhineka Tunggal Ika,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s