Alamak! hanya 8,8 juta orang Indonesia bayar pajak

TAHUKAH Anda berapa jumlah pembayar pajak di Indonesia saat ini? Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany mengaku heran dengan para pembayar pajak. Seharusnya pendapatan negara dari sektor pajak bisa lebih banyak dari saat ini.

Ia memaparkan bahwa dari 110 juta jumlah penduduk yang bekerja, tercatat sebanyak 60 juta orang yang penghasilannya di atas perkiraan penghasilan tidak kena pajak (PTKP).

Dari jumlah itu, jumlah wajib pajak perseorangan yang terdaftar sebanyak 19,9 juta. “Tapi dari laporan 2011, wajib pajak yang membayar hanya 8,8 juta orang,” kata Fuad dalam dikusi di Gedung DPR, Jakarta, Senin (16/10).

Sementara itu, badan usaha yang membayar pajak baru sebanyak 520 ribu dari yang terdaftar 1,9 juta badan usaha. Padahal, jumlah badan usaha kecuali usaha mikro di Indonesia mencapai 22,6 juta dan sebanyak 12,9 juta di antaranya di atas PTKP. “Jadi yang enggak bayar pajak itu siapa?” ujar Fuad.

Ia membayangkan bila para wajib pajak itu membayar seluruhnya, pendapatan negara bisa lebih besar. Program pemerintah untuk kesejahteraan masyarakat juga bisa tercapai.

Selama enam tahun terakhir, tren pendapatan dari sektor pajak cenderung meningkat. Pada 2012, pendapatan pajak sudah mencapai Rp885 triliun, Rp742 triliun (2011), dan Rp627 triliun (2010).

Fuad mengatakan, pendapatan sektor pajak itu dipakai untuk subsidi kepada rakyat, misalnya untuk bahan bakar minyak, infrastruktur, bantuan sosial, belanja modal, transfer ke seluruh daerah di Indonesia.

“Untuk transfer daerah itu yang menerima pemprov, pemkab, atau pemkot. Tahun ini yang ditransfer sekitar Rp478 triliun, sehingga di daerah ada pembangunan,” ujarnya.

Sementara, untuk subsidi BBM pada 2012 dialokasikan sebanyak Rp200 triliun, listrik sebesar Rp64 triliun. Kemungkinan besar, katanya, realisasi konsumsinya akan melebihi alokasi dalam APBN-P 2012.

klaim berkurang

Fuad terus terang berang dengan kelakukan Gayus Tambunan. Akibat kelakuan Gayus yang dinilai nakal dan nekad tersebut, menurut Fuad, Ditjen Pajak mendapatkan citra buruk dari masyarakat.

Ia tak menampik, bahwa praktik korupsi seringkali dilakukan anak buahnya. Tapi, pihaknya saat ini mengklaim telah membangun sistem untuk mengantisipasi praktik tersebut. Menurutnya, saat ini pegawai pajak yang berbuat “nakal” terus menurun setelah seringnya dilakukan penangkapan oleh aparat berwenang.

“Jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi mereka merusak citra. Kalau pegawai Ditjen Pajak berengsek semua, tidak ada pemasukan ke kas negara mencapai Rp800 triliun,” kata Fuad dalam diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/10).

Menurut Fuad, para mafia pajak di Indonesia itu sebetulnya tidak ada di tubuh kelembagaannya. “Ada sekelompok orang atau pengusaha yang ingin mencuri uang negara, misalnya melalui faktur fiktif. Itu juga kadang didukung oleh oknum penegak hukum dan pegawai pajak, salah satunya Gayus Tambunan,” kata Fuad.

Ia juga mengatakan, sebetulnya tidak ada uang pajak yang dikuras sama koruptor. Setiap uang pajak yang telah dibayar oleh para wajib pajak langsung masuk ke kas negara. “Jadi kalau sudah masuk kas negara tidak bisa diambil. Sekali lagi saya katakan, bahwa Ditjen Pajak itu tidak menerima uang, tapi mencatat pelaporan pembayaran pajak,” ujarnya.

Kongkalikong mafia pajak dengan pegawai pajak, kata Fuad, biasanya menyangkut kepatuhan dalam pembayaran pajak. Misalnya, jika ada pengusaha yang wajib membayar sebesar Rp1 miliar, biasanya mereka meminta bantuan orang pajak. “Bantuin menghitung jangan sampai Rp1 miliar, tapi mungkin Rp800 juta. Ini namanya kolusi,” katanya.

Menurut Fuad, meski masalah korupsi terus bermunculan, tetapi korupsi di Indonesia belum separah negara-negara lainnya. “Kita belum separah dengan negara-negara lain. Makanya, perjuangan melawan korupsi tidak boleh berhenti, tetap berlanjut sampai akhir dunia karena orang-orang ‘nakal’ selalu ada,” katanya.

#dimuat di jurnas.com, selasa (16/10/2012).

2 thoughts on “Alamak! hanya 8,8 juta orang Indonesia bayar pajak

  1. Kedua kebijakan itu adalah mencegah naiknya defisit dengan menaikkan pendapatan pajak dan mengoptimalisasi belanja negara, serta mengurangi subsidi dengan penghematan. “Agar penerimaan pajak meningkat tanpa menaikkan tarif, pemerintah akan meningkatkan jumlah wajib pajak dan meningkatkan tingkat kepatuhan,” kata Presiden saat itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s