“Saudade” Noriyu dan Kisah Sabun Batangan

RABU siang, 24 Oktober 2012, Noriyu berjalan tergopoh-gopoh menuju Gedung Kura-Kura Dewan Perwakilan Rakyat. Ia harus menghadiri rapat Fraksi Demokrat. Duduk di Komisi IX , Noriyu memang cukup dibuat sibuk dengan urusan tenaga kerja dan kesehatan.

Apalagi saat  ini, ia ditunjuk sebagai ketua panitia kerja yang mengurusi rancangan Undang-Undang Kesehatan Jiwa. Di tengah aktivitasnya sebagai wakil rakyat, Noriyu masih tetap eksis menulis. Terakhir, ia meluncurkan buku Atas Nama Jiwa II (2012), yang merupakan esai-esainya di surat kabar. Ini adalah seri kedua dari buku pertamanya berjudul sama, yang berisikan tentang kesehatan jiwa.

Buku tersebut buku keempat kumpulan esainya setelah Atas Nama Jiwa, Stranger than Fiction: Cerita dari Kamar Jaga Malam (2008), dan Libido Junkie: A memoir for ther Radicals (2005).

Noriyu adalah nama kependekan dari Nova Riyanti Yusuf. Perempuan asal kota Palu, Sulawesi Tengah, sebelum masuk politik sejak 2009, sudah aktif sebagai penulis. Setidaknya, ia telah menghasilkan tiga novel antara lain, Mahadewa Mahadewi (Gramedia: 2003), Imipramine (Gramedia: 2004), dan 3some (Gagas Media: 2005).

Selain itu, Noriyu – juga dokter spesialis jiwa lulusan Universitas Indonesia 2009 ini – menulis novel adaptasi dari skenario film, seperti 30 Hari Mencari Cinta (Gagas Media: 2004), Betina (Gagas Media; 2006), dan Garasi (Gagas Media: 2006). Ia juga meulis sebuah skenario film Merah Itu Cinta (Rapi Films: 2007) yang mendapatkan 7 nominasi Piala Citra (FFI) pada 2008. “Saya juga suka meresensi musik,” kata salah satu dari 25 Lajang Sukses versi Male Emporium Magazine pada 2005 itu.

Saat ini, katanya, sudah tak waktu lagi untuk menulis novel, meskipun ia sudah menyiapkan bahan-bahannya. “Ada tema yang sedang saya siapkan yaitu Saudade,” ceritanya. Apa itu? Ternyata, kata itu berasal dari bahasa Portugal yang berarti suatu perasaan mendalam akan nostalgia.

Ada yang unik dari usaha pengumpulan bahan dan pembentukan karakter dalam tokoh novelnya itu. Dalam cerita itu, ia menciptakan sebuah tokoh yang begitu mencintai sabun mandi batangan. “Karena ada karakter orang yang enggak bisa mandi kalau tidak pakai sabun batangan,” katanya.

Demi menjiwai sang tokoh itu, mantan presenter talk show kesehatan di O Channel TV ini “terpaksa” memiliki kebiasaan baru yaitu mengumpulkan sabun batangan dari hotel-h0tel. Sudah empat tahun ia menjalani kebiasaan itu dan kini jumlahnya sudah satu koper.

Dari mana saja sabun itu? “Sudah banyak enggak tahu berapa jumlahnya. (Dari sekitar) 30 kota dunia mungkin,” katanya tertawa. Meski begitu, ia mengaku lebih memilih sabun cair dibanding sabun batangan karena efeknya di kulit tak membuat lengket.

Selain hobi menulis, selayaknya wanita pada umumnya, juga menyukai fesyen. Untuk masalah satu ini, katanya, ia suka pilih-pilih dan tidak selalu menuruti egonya. “Saya suka tas dan pakaian, seperti batik, tapi saya tidak fanatik,” kata Noriyu, yang saat itu menenteng tas Mulberry hijau, sebuah merek ciptaan Roger Saul asal Inggris pada 1971.

“Tas ini dari gratifikasi dari Malaysia, eh tapi dari sang terkasih loh,” kata dokter spesialis kejiwaan ini disertai derai tawa. Sebetulnya, urusan membeli tas, ia biasanya baru akan membeli tas, jika sudah tak tahan untuk membeli. Ia pernah kepincut tas merek Chelin di sebuah supermarket di Jakarta. Tapi, ternyata tas itu hanya pajangan (display) tokoh itu, bahkan tas itu pun sudah sebanyak 300 orang yang mengantre.

Tapi, seorang temannya di Amerika Serikat memberitahunya bahwa di sana ada tas yang sedang dicarinya. “Ia mengirim tapi barangnya tertahan di Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, karena pajak diketok gila-gilaan. Saya minta pacar saya untuk urus dan akhirnya dibeliin lagi, he..he..,” kata perempuan, yang dinobatkan sebagai salah satu dari 10 Besar Anggota Parlemen Perempuan Yang Paling Berpengaruh di Indonesia versi GLOBE Asia Magazine’s pada Desember 2009.

Wah…senengnya!🙂

 

#dimuat di Jurnal Nasional, Senin (29/10/2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s