Profesor Endang: Antara Jazz dan Kecintaan Barang Etnik

BUAH jatuh tak jauh dari pohonnya. Begitulah keseharian Endang Caturwati. Menjabat sebagai Ketua Sekolah Tinggi Seni Indonesia Bandung, kesukaanya tak lepas dari hal-hal yang berbau seni.

Perempuan kelahiran Bandung, 25 Desember 1956 tersebut sangat menyukai musik jazz. Ia suka menyanyi sejak remaja, bahkan dirinya sempat bermain band dalam beberapa festival di Bandung. Sayangnya, kesukaan terhadap musik bertepuk sebelah tangan. Ayahnya melarang bermusik.

“Bapak enggak bolehin masuk band, karena konotasinya negatif. Ya waktu itu dimarahi, ‘mau jadi apa ngeband’,” tutur Endang saat bertandang ke kantor Jurnal Nasional, Senin (29/10).

Meski mendapatkan pertentangan dari sang ayah, Endang tetap ngeyel. Ia masih suka kucingkucingan dengan ayahnya untuk tetap menyanyi bersama band-nya. Bahkan, ia sempat merekam suaranya terutama lagu-lagu tradisional saat bermain dengan grup angklung.

Tapi, pandangan orang tuanya berubah ketika dirinya sudah dewasa. “Sekarang malah dalam kesempatan apa gitu disuruh menyanyi. Kalau ada seminar juga begitu. Pernah ditanya, kenapa enggak jadi penyanyi saja? Saya bilang, kalau jadi penyanyi enggak jadi profesor, dong,” kata Endang disertai derai tawanya.

Endang merupakan lulusan Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada 1986. Ia kemudian melanjutkan ke Universitas Gajah Mada mengambil program magister bidang Sejarah Seni Pertunjukkan lulus pada 1992. Di kampus yang sama, pada 2006 ia juga menyelesaikan program doktor bidang Pengkajian Seni Pertunjukkan dan Seni Rupa. Terakhir, pada 2007 ia dinobatkan sebagai guru besar/profesor Seni Pertunjukkan Indonesia.

Aktivitasnya begitu padat mulai dari mengajar, meneliti, atau menjadi pembicara di beberapa seminar/workshop. Ia sudah menjadi peneliti muda sejak  1992, sampai akhirnya pada 2009 ia ditunjuk sebagai ketua Penelitian Stranas DP2M-Dikti. Ia termasuk dosen yang produktif dalam menulis. Hingga kini sudah 15 buku yang dia tulis, belum beberapa artikelnya yang terserak di jurnal-jurnal ilmiah.

Menguasai keahlian di bidang seni tari, ia pun sempat diundang ke beberapa negara seperti di Thailand, Malaysia, Jepang, Australia, dan Belanda. Ia rajin berkegiatan di seminar dan workshop.

Di usia yang tua, Endang tetap menjaga vitalitas biar tetap segar kembali. Ia mengaku tak memiliki resep khusus, seperti minum jamu. “Tapi cukup dengan bernyanyi,” katanya.

“Suka bingung kalau ditanya, ‘Katanya capek kok masih seger’. Yang suka jawab asisten saya ini, ya suka menyanyi. Itu orang lain yang melihat ya, bukan saya,” katanya.

Dalam menyanyi, ia lebih menyukai langsung diiringi keyboard. Dia tak suka karaoke. Bahkan, di rumahnya ia terkadang menyanyi sambil diiringi gamelan yang dimilikinya sembari memasak. “Jadi setelah menyanyi bersama-sama kemudian makan bersama, he..he..,” katanya.

Selain menyanyi, Endang juga memiliki kegemaran seni lainnya, yaitu mengoleksi pernak-pernik etnik, mulai dari gelang, sepatu, baju, meja, atau benda-benda lainnya. “Pokoknya serba etnik saja, tapi tidak berbahan kristal” ujarnya.

Bila kesempatan melancong ke luar negeri, selain berburu kuliner, ia pasti akan menguber barang-barang etnik dan harus sampai terbeli. “Saya enggak bisa nawar. Kalau suka, beli saja. Pusing kalau nawar,” ujarnya. “Saya beli gelang kayak begini karena keunikan, bukan untuk dijual, tapi untuk dipakai.”

Meski mengoleksi berbagai barang etnik, ia tak mau terkesan bermewah-mewah. “Saya suka sederhana tapi manis. Saya engak suka bermewah-mewah karena uangnya enggak ada. Wajar, tapi enggak glamor,” ujar penyuka warna ungu ini.

Wah berarti ada dana khusus dong? “Enggak mahal barang-barang etniknya, paling mahal paling Rp2 juta. Kalau tidak rasional enggak saya beli,” kata perempuan berkerudung ini.

 

#dimuat di Jurnal Nasional, Selasa (30/10/2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s