Mereka yang Terjangkit Wabah “Flu Barbie”

AKU pikir ini bukanlah yang sempurna, tetapi aku mendapatkan nilai tertentu,” kata Justin Jedlica ketika diwawancarai ABC News beberapa waktu lalu, terkait dengan operasi plastik tubuhnya.

Ya, Justin, 32, pria asal New York, Amerika Serikat itu merombak total tubuhnya menjadi seperti boneka Ken, pasangan dari boneka Barbie. Dalam dunia boneka, Ken digambarkan memiliki tubuh atletis dan ganteng.

Untuk mencapai apa yang diimpikannya, ia rela bermertamorfosis sampai 90 kali beda plastik. “Kau mungkin bertanya, kenapa tidak olahraga saja? Dan inilah jawabanku, semua itu tidak menyenangkan, tidak glamor, tidak hebat!” tutur Justin.

Bahkan Justin menyatakan tidak akan berhenti melakukan operasi plastik dalam waktu dekat. Ia selalu terobsesi dengan bentuk hidungnya, yang dianggap terlalu besar. Ia ingin tubuhnya seperti apa yang “diinginkan” dan bukan “dibutuhkan.”

Kegilaan Justin itu kurang lebih menghabiskan US$ 100 ribu atau setara Rp1 miliar untuk operasi plastik. Ia pun mendapatkan tubuhya berotot, six-pack, tapi semuanya itu adalah palsu. Dari dada bidang, lengan trisep dan bisep yang terlihat kuat, tapi semuanya adalah silikon. Tapi dia menampik bahwa dirinya ingin seperti Barbie, tapi lebih terobesi pada Anime, sebuah animasi khas Jepang.

Dalam sebuah wawancara Huffington Post Weird News Justin mengatakan bahwa bukan dirinya yang benar-benar manusia Barbie, tapi Valeria Lukyanova lebih pantas dijuluki manusia Barbie.

“Saya melihatnya cantik,” katanya dalam email. “[Tapi] tampaknya banyak dari tampilannya yang ditambah: rambut palsu dan ‘melangsingkan’ korset … Ratu Barbie telah mempengaruh dirinya dalam ilusi yang sama untuk kosmetik dan kostum selama bertahun-tahun.”

Lukyanova, 21, wanita asal Ukraina, telah menghabiskan US$ 800 ribu untuk mendapatkan tampilan tubuhnya seperti Ratu Barbie. Apakah ia juga melakukan operasi plastik? Dalam artikel yang diturunkan, Kamis (1/11/2012), Huffington Post Weird News menyatakan belum mengkonfirmasinya.

Dalam kasus apapun, Jedlica meragukan gairah Lukyanova. “Saya bisa menghargai bahwa dia adalah seorang seniman berbakat, tetapi jika pada akhirnya dia hanya menyajikan ini ‘boneka Barbie manusia’ di kamera film … Saya tidak yakin seberapa banyak kredibilitas, yang akan saya berikan kepadanya untuk menjadi manusia nyata Barbie.”

Tidak hanya, Justin dan Lukyanova saja yang terobsesi memiliki tampilan seperti Barbie. Ada beberapa wanita lainnya, antara lain, Dakota Rose, 16, yang cukup terkenal di Jepang dan China. Kemudian, Venus Palermo, 15, gadis London ini terobsesi untuk menjadi boneka Venus Palermo. Ia mengunggah videonya di Youtube dan memberitahukan bagaimana dirinya bisa tampil seperti boneka itu. Makanya, ia terkenal melalui video Youtube.

Ada juga Lilly Coles, model satu ini terkenal karena wajahnya seperti wajahnya boneka porselen. Lalu, Alodia Gosiengfiao, pemenang penghargaan Cosplayer yang berbasis di Filipina ini, menjadi terkenal dengan gayanya yang tampil mirip sekali dengan boneka.

Dan, Charlotte Hothman, 24, juga merombak dirinya seperti Barbie sampai menghabiskan biaya sebesar 10 ribu poundsterling (atau setara 150 juta). Ia telah operasi hidung, suntik kolagen pada bibir dan mengecat rambutnya pirang untuk berubah menjadi barbie.

Sebelum melakukan operasi, ia mengatakan kepada dokter di klinik, “Aku mencintai barbie dan aku ingin seperti mereka. Ini memang menyakitkan. Wajahku memar setelah itu dan butuh beberapa minggu untuk mulai membaik.”

“Tetapi ketika aku membuka perban, itu sangat berharga. Lalu aku mengecat rambut menjadi pirang. Ini benar-benar mengubah penampilanku. Dan aku pikir itu cukup bagus.”

“Apa tidak ada gadis yang ingin seperti barbie? Aku punya beberapa Sindys, tapi Barbie lebih aku cari.” Charlotte mengumpulkan boneka Barbie hingga ratusan buah. Ia menyimpan khusus di rumahnya, Manchester, Inggris, mulai Barbie gym, Barbie Tropis, Cinderella, dan Barbie Tahun Baru China

“Aku harus mengeluarkan uang banyak untuk Barbie dan semua bajunya. Beberapa orang mungkin berpikir aku aneh, tetapi aku pikir ini suatu yang luar biasa.”

Ia sadar bahwa akan ada laki-laki yang tidak mencintainya gara-gara kegemarannya terhadap Barbie. “Tapi aku tidak keberatan. Jika pria tepat datang, dia akan mencintaiku dan Barbie-ku,” katanya seperti dikutip dari The Sun, Maret lalu.

Pertengahan Oktober lalu, Majalah The Week, menurunkan artikel bahwa gara-gara gaya Lukyanova itu, jumlah perempuan yang ingin mencoba seperti dirinya meningkat di Ukraina. The Week menyebut, Lukyanova penyebar tren kecantikan, “Flu Barbie“.

#dimuat di Jurnal Nasional, Sabtu (3/11/2012)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s