Tato Gangster Rusia: Antara Simbol Perlawanan dan Kisah Biografi

LAKI-laki itu telanjang dan hanya memakain celana dalam hitam. Di sekujur tubuhnya penuh dengan rajah atawa tato. Gambar Katedral Santo Basil – sebuah gereja berkubah di pusat kota Moskwa- memenuhi perutnya.

Di lengan kanan atas, laki-laki itu merajah harimau mengaum, sebuah simbol agresi pencuri, yang dikenal Oskal (memamerkan gigi). Ini adalah tato umum yang sering dipakai narapidana di Rusia, sebagai bentuk perlawanan terhadap aparat.

Sementara itu, seorang laki-laki lainnya menato “belati” yang menembus lehernya. Di ujung belati tergantung tengkorak. Tato ini menyimbolkan bahwa sang tahanan berkomitmen mati selama di penajara dan dia bersedia “disewa” untuk membunuh. Sementara, tato “lonceng” yang ada di kedua kakinya menunjukkan dirinya melayani sampai tuntas dan “borgol-borgol” di pergelangan kakinya berarti bahwa hukuman dirinya lebih dari lima tahun.

Itulah gambaran beberapa tato dari para narapidana di Rusia, yang sempat diabadikan oleh fotografer Sergei Vasiliev. Foto-fotonya sempat membikin heboh Moskwa pada awal 1990-an. Sergei berhasil mendapatkan akses masuk ke beberapa penjara para geng kelas kakap. Di Uni Soviet, sebelum runtuh pada 1991, pernah terjadi perang antar geng. Dan Sergei berhasil memotret para tahanan – seluruhnya anggota gangster – yang penuh dengan tato di sekujur tubuhnya.

Di foto lain, seorang narapidana menggambar di tubuhnya dengan “setan dan monster”. Ini sebagai salah cara untuk mengintimidasi narapidana lain dan memberikan makna penting bagi si pemilik dalam lingkup kekuasaannya.

Ada juga yang merajah “kapal berlayar” yang menandakan nafsu untuk kebebasan dan si pemiliki memiliki potensi untuk kabur.

Tato di kalangan gangster itu bermakna kehidupan kejahatan. Tapi juga catatan biografi si pemilik. Ia didedikasikan untuk pertumpahan darah, kekerasan, dan kode moral yang tak terucapkan dunia kriminal Rusia.

Demikian pula dengan tato “kawat berduri”, di mana jumlah duri yang ada menunjukkan jumlah tahun. Kemudian, sebuah “borgol patah” berarti pemakainya telah keluar dari penjara. Dan tato “bintang” pada lutut berarti ia menolak untuk berlutut kepada polisi.

Meski begitu, ada juga dari mereka yang menato tubuhnya dengan makna religius: “Gott mit uns” (Allah beserta kita). Ada pula tato yang mengutuk komunisme: “Terkutuk kau komunis/untuk masa mudaku yang terbuang”. Juga ada tato berbunyi: “Beri aku kebebasan/saya akan menjadi lebih jujur”.

Ada satu tato yang sangat dihormati yaitu pada kelopak mata, karena dibuat dengan memasukkan sendok logam di bawah kelopak mata, sehingga ‘jarum’ tidak menembus mata.

Dalam setiap penjara memiliki gaya tato yang berbeda. Ini untuk menunjukkan peta gangster. Ada juga berbagai tato yang menunjukkan peringkat pemakai memiliki hirarki dalam kelompok gang tersebut. Termasuk simbol semua prestasi dan kegagalan, promosi dan penurunan pangkat. Pendek kata, tato menjadi catatan perjalanan sejarah sang narapidana.

Damon Murray, penerbit seri tiga buku berjudul “The Russian Criminal Tattoo Encyclopaedia“, yang menampilkan foto-foto tersebut, mengatakan “Karena ini garis tegas, tato itu sendiri membawa integritas yang besar, mereka lebih penting daripada apa pun untuk kriminal.

“Jika Anda mampu untuk membuka kode, maka Anda bisa membaca bahwa sejarah penjahat, itu sulit untuk menyembunyikan dari masa lalu Anda.

“Tato juga diterapkan secara paksa oleh penjahat sebagai metode hukuman, untuk ‘menurunkan’ status mereka,” kata Damon. Ada anggota yang berusaha menghapus dengan amplas, kaca, batu bata atau pisau cukur.

“Praktis semua tato yang mungkin muncul di depan kita sebagai ‘erotis’, jauh dari menarik. Emosi tato dari narapidana adalah ketakutan.”

Vasiliev, seorang polisi yang sebelum berhenti dari pekerjaannya, juga mengabadikan beberapa foto. Polisi ini memang memiliki gairah dalam fotografi. Ia membujuk penjaga untuk memberinya akses ke penjara dan pemukiman di Chelyabinsk, Nizhny Tagil, Perm dan St Petersburg. Ia kemudian berhasil membujuk para tahanan untuk menanggalkan pakaian mereka dan berpose di depan kamera.

Foto-foto yang dijepret tersebut akan ditampilkan dalam sebuah pameran bertajuk “Gaiety Is The Most Outstanding Feature Of The Soviet Union” di Galeri Saatchi pada 5 Mei 2013.

Murray mengatakan, “Orang-orang ini (narapidana) adalah beberapa orang Rusia yang paling berbahaya dan mereka menginjak garis sangat tipis antara hidup dan mati,” kata Murray, “Dan karena gaya hidup mereka, tampaknya sebagian besar pria dan wanita tidak akan hidup hari ini.” Sumber: dailymail.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s