Suraj Sharma: Honor “Life of Pi” Untuk Beli Kamera

“ANEH melihat diri Anda sendiri (di layar film), tapi saya terlibat dalam film itu,” kesan pertama Suraj Sharma ketika pemutaran film pertamanya, Life of Pi di Festival Film New York ke-50.

Dia mulai dikenal dunia film sejak main dalam Life of Pi; sebuah film yang digadang-gadang meraih Piala Oscar 2013, karena teknik pembuatan animasi yang begitu menakjubkan dan cerita yang mengesankan penonton.

Suraj mendapatkan apreasiasi tinggi dari kalangan film dunia berkat mainnya yang apik dalam film debutnya November lalu. Tapi tak banyak tentang diri Suraj yang terpublikasi di dunia maya. Ia adalah anak India biasa-biasa saja, sebelum bertemu dengan Ang Lee, sutradara film Life of Pi.

Kini, ia telah menjadi selebritas baru. Lahir di Tanah Air Bollywood – tempat industri film-film India – Suraj mulai “tumbuh besar” hingga ke Hollywood, pusat industri perfilman dunia yang terletak di Los Angeles, Amerika. Ia dilahirkan di New Delhi, India pada 1993. Ayahnya, seorang insinyur perangkat lunak dan ibunya seorang ekonom. Ia memiliki kakak dan dua adik.

Cukup lama untuk meyakinkan orangtua Suraj, ketiaka Lee memilihnya sebagai aktor dalam film yang diangkat dari novel berjudul sama karya Yann Martel.  Mereka khawatir Suraj akan kehilangan waktu sekolahnya, apalagi melihat kontrak kerja yang begitu ruwet.

Tapi, “Ang mengatakan ini akan menjadi pendidikan dalam diriku sendiri dan itu akan mengubah hidup dan itu akan mengajarkan saya begitu banyak daripada saya belajar di sekolah,” kata Sharma. “Pada akhirnya, mereka (orangtua) senang dan mengizinkan.”

Ang Lee, sutradara yang dua kali memenangakan Piala Oscar lewat Crouching Tiger, Hidden Dragon (2000) dan Brokeback Mountain (2005), harus susah payah untuk mendapatkan pemeran Pi. Suraj adalah salah satu dari 3.000 orang yang diaudisi.

Sebelum ditemukan Lee, Suraj tak pernah memiliki pengalaman akting. Ia ikut audisi karena saat itu mengantar adiknya yang ikut audisi tersebut.  “Saya pergi dengan adik saya. Dia tidak ingi pergi sendirian ke audisi. Saya mendukungnya, tapi kemudan mereka berkata, ‘Kamu harus audisi juga, usia kamu mendukung dan kamu anak India,” ceritanya. Ia pun menyanggupi audisi itu.

Setelah empat bulan, ia kemudian diaudisi langsung oleh Lee. “Kami melakukan dua kali. Pertama kali saya benar-benar kacau, saya gugup. Kemudian ia mengarahkan saya. Dan untuk yang kedua kami melakukan lagi, dengan berakhir dengan air mata,” katanya. Akhirnya, ia pun lulus. Lee memilihnya karena memiliki mata yang ekspresif dan tampang yang polos.

Akting Suraj, sebagai Piscine Molliter Patel alias Pi – anak seorang pengelola kebon binatang – tak mengecewakan. Ia begitu terlihat mendalami karakter Pi. Bagaimana ia ketakutan di tengah samudera bersama seekora harimau Benggala, yang kelaparan.

Dalam film itu, badannya terlihat kurus kering. Untuk menjiwai perannya, ia pun diet dengan makan tuna dan selada selama tiga bulan. “Itu cukup menyakitkan. Kami pergi ke latihan tari setiap hari selama dua-tiga jam. Jadi ketika kru dan semua makan siang, kami latihan. Itu sangat intensif…itu membuat (tubuh) saya tipis dan saat syuting saya tak begitu banyak kendala, karena saya merasa lapar dan sekarat,” katanya tertawa.

Dia harus akting bersama dengan harimau. Ia pun mempelajari tingkah laku harimau; ia bertanya kepada pawang harimau; menonton video di youtube, dan lain-lain. Lee, , mengajarinya dalam berakting. “Ia membangun (karakter) Pi di kepalaku…pada akhirnya, saya merasa Pi adalah bagian dari diriku,” kata Suraj tentang peran Lee kepada dirinya.

Ia mendapatkan latihan yang cukup banyak selama tiga bulan di Taiwan. Mulai dari yoga, meditasi, penurunan berat badan, belajar berenang, belajar bagaimana menahan napas, cara melaut, sampai cara memotong ikan. Setiap pagi, ia dan Lee beryoga bersama. “Semuanya sangat sulit, tetapi Anda mendapat pelatihan dari orang-orang terbaik,” katanya.

Suraj juga mempelajari tentang dunia spritualitas, karena film ini juga menyinggung masalah keimanan dan masalah Tuhan. Dan pada dasarnya, film ini akan bercerita tentang bagaimana kita percaya adanya Tuhan.

Ia mendapatkan beberapa arahan dari Lee tentang agama, spiritualitas, mencari kebenaran, iman, dan harapan. “Itu semuanya hal umum dan mendasar pada setiap agama. Dengan wadah berbeda, tapi di dalamnya semuanya ada kesamaan,” katanya.

Saat ini ia menjadi mahasiswa filsafat di kampus St Stephen, Universitas Delhi. Ia menyelesaikan sekolah dari Sardar Patel Vidyalaya dan dikenal sebagai anak yang senang bercanda. Seperti anak sebayanya, ia juga menyukai sepak bola. Dan dia termasuk penggemar berat si Setan Merah, Manchester United.

Karena film ini pula, ia berkeinginan berkarir di dunia film dan mendalami dunia sinematografi di Universitas New York. “Ide saya nanti ingin membuat film dan menceritakan kisah-kisah dan filsafat yang akan memberikan wawasan yang lebih dalam, sudut pandang yang berbeda dari apa yang orang lain miliki,” kata Sharma.

“Jika saya bercerita, saya ingin menjadi yang mendalam. Pi dan Ang benar-benar membuat saya ingin menggali lebih dalam.. Saya mungkin akan berakting  lagi. Namun di balik kamera kedengarannya lebih menarik,” kata penyuka lagu rap seperti Snoop Dogg atau Dr Dre.

Pertama kali sebagai aktor film apa yang dilakukan Suraj atas gajinya? Ternyata ia membeli sebuah kamera 650D Canon. “Ini adalah kamera yang bagus. Punya lensa putar dan video yang luar biasa. Saya benar-benar ingin membuat film,” kata Suraj.

Sumber: nextmovie.com/hollywood.com/LA Times/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s