Valeria Levitina: “Anoreksia Membuat Saya Kesepian”

SAYA ingin orang-orang muda untuk hidup bahagia, hidup sehat dan bermakna. Anoreksia telah membuat saya kesepian, tidak menarik dan menjijikkan bagi orang-orang di sekitar saya,” kata Valeria Levitina (39), mantan model asal Rusia.

Ia pernah menginsipirasi para wanita muda untuk mendapatkan tubuh ideal. Tapi, upaya dirinya itu malah merenggut tubuhnya. Anoreksia telah merusak hidupnya.

Kini, berat tubuh Valeria bila ditimbang setara berat sebanyak empat batu. Ia menjadi wanita dengan tubuh paling kurus di dunia. Bahkan ia dijuluki “AWalking Dead” oleh ibunya sendiri, karena layaknya sebuah mumi hidup. Memiliki tinggi 173 centimeter, tapi berat badan Valeria cuma 25 kilogram.

Ia menerima sejumlah email dari penggemarnya. Mereka memintanya untuk mengajari bagaimana bisa memiliki tubuh seperti dirinya. Tapi, dia tak mau dan malah mengkampanyekan untuk melawan gaya hidup anoreksia. “Saya tidak akan mengajari mereka bagaimana untuk mati. Ini bukan permainan, itu bukan lelucon, itu adalah hidup Anda,” katanya.

Anoreksia adalah suatu gangguan makan, di mana seseorang memiliki rasa takut yang berlebihan bila berat badannya meningkat. Makanya, Valeria melakukan diet ekstrim, hanya karena ingin tampil menarik di depan laki-laki. Selain itu, saat itu ia juga sedang mengikuti kompetisi “Miss Chicago” pada 1994.

Kehidupannya kini menjadi lebih buruk. Ia sulit untuk merasakan makanan dan malah tak enak makan. Makanan sehari-harinya hanya mencakup buah, sekali makan kecil daging dan sayuran. Banyak makanan harus dihindari karena apa yang ia makan ditolak tubuhnya.

Ia punya jadwal khusus makan. Setiap hari ia berbelanja vitamin, protein, karbohidrat. Setiap pagi, ia minum kopi karena tekanan darahnya rendah, 60/40.

“Saya suka udang, tapi tidak pernah diawetkan dalam kulkas. Aku tidak pernah makan makanan beku. Udang di sini selalu segar, mereka membawanya di sini setiap hari. Aku makan berbagai sayuran. Kulkas saya kecil karena apartemen kecil, jadi aku pergi makanan belanja setiap hari. Untuk protein saya lebih suka kelinci,” katanya.

Saat ini ia menganggur dan hanya mendapatkan sumber penghasilan dari penelitian terhadap tubuhnya. Ia adalah lulusan S-2 bidang bisnis administrasi dan S-3 bidang ekonomi. Kini ia tinggal di Monaco, sebuah kerajaan kecil yang terletak di antara Laut Mediterania dan Perancis, di mana matahari bersinar selama 350 hari dalam setahun.

Dalam sehari-hari, ia tak bisa menikmati hidup secara normal. Banyak mata orang menatapnya, ketika ia berjalan di kota.

valeria

Sekitar 20 tahun silam, Valeria adalah wanita yang bugar dan sehat. Pada 1989, Valeria bersama dengan ibu dan ayah tirinya pindah dari Moskow ke Amerika Serikat. Mula petaka itu, ia dapatkan ketika seorang pria mengejeknya.Saat itu mereka piknik dan bermain bola. Laki-laki itu mengejek Valeria: “Saya tahu bagaimana agar kita bisa menang (main bola).  Kita perlu pantat Valeria sebagai kiper. “Kalimat itulah yang akhirnya menghancurkan saya dan dunia eksitensi,” ujar Valeria.

Ibunya suka mengritik tubuh Valeria, supaya tidak tumbuh gemuk. Ibunya ingin anaknya terlihat sempurna.  “Ibu takut saya tumbuh gemuk seperti kerabat saya. Karena itulah, ia membatasi makan saya dari usia sangat muda,” katanya anak semata wayang itu.

Ibunya menilai jika Valeria memiliki tubuh kurus, akan banyak pria yang menyukainya. Ia pun mulai diet gula atau karbohidrat saat itu. Pada usia 23 tahun, ukuran bajunya turun drastis. Dan masuk ke dunia model adalah fase yang makin memperparah hidupnya.

Menurutnya, anoreksia adalah penyakit yang hidup di dalam kepala (pola pikir). Ia mengatakan hal itu tidak akan terjadi bila mendapatkan dukungan dari seseorang, seperti keluarganya. “Tapi hubungan saya dengan ibu tidak baik. Dia tidak pernah menyetujui pria yang saya ajak berkencan dan kami sering melakukan pertengkaran,” ujarnya.

November lalu ia datang ke Rusia, setelah 23 tahun pindah. Di sana ia berbagi tentang kisahnya itu dan mengingatkan kepada para gadis muda bahwa mengikuti gaya hidup model, yang ingin tubuh ideal dengan tidak makan, adalah tindakan bahaya.Valeria ingin sekali tinggal di Rusia karena rumah sakit yang baik adalah rumah sendiri.

Ia masih bermimpi di kemudian hari merasakan cinta dengan seseorang. Ia ingin menjadi seorang ibu. Sekarang ia memiliki semangat hidup lagi, ketika ia mengambil anak angkat. “Saya ingin berjuang untuk anoreksia. Aku tidak pernah menyerah pada apa pun dalam hidup saya dan saya tidak akan menyerah sekarang. Saya harus menang, untuk merasa bahwa hidup saya belum terbuang,” ujarnya.

Sumber: healtmad.com/pravda.ru/the sun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s