Berbugil Ria Untuk Kalender Baru

TAHUN baru, kalender baru. Dan perempuan-perempuan ini benar-benar membuat gebrakan baru. Mereka rela foto bugil untuk kalender baru.

Itu dilakukan oleh 15 anggota tim dayung putri di Universitas Warwick, Inggris pada akhir Desember lalu. Mereka berpose dengan peralatan dayung; dengan memakai pelampung untuk menutupi payudaranya. Kemudian ada sebagian yang memegang pengeras suara tangan, untuk menutup bagian kelamin mereka.

Foto lainnya, mereka dipotret tampak belakang, ketika sedang berlarian di sabana dalam kondisi tanpa busana. Begitu pula saat posisi mendayung, mengangkat perahu, atau membawa dayung. Tak hanya para perempuan, tapi juga tim dayung laki-laki melakukan hal serupa.

Kelakuan mereka banyak ditentang, bahkan oleh sesama mahasiswa di Inggris. Mereka juga dianggap hanya ingin membuat sensasi. Tapi, tim dayung tersebut mengatakan bahwa pose telanjang mereka untuk kalender demi amal. Penjualan kalender akan disumbangkan ke Macmillan Cancer Support.

Layla Haidrani, mahasiswa Univeristas Kent, mengritik cara tim dayung tersebut. Ia menganggap bahwa apa yang dilakukan mahasiswa itu adalah sesuatu yang norak dan hanya karena ingin popularitas. Ia menulis kritikanya itu dalam blog di Huffington Post Inggris.

“Klub perempun yang berpose semi telanjang dengan stik dayung di lapangan, sepertinya bukanlah untuk amal. Itu malah sesuatu yang norak,” kata Haidrani, “Meskipun banyak yang berpendapat bahwa itu adalah murni penggalangan dana…sebaliknya mereka berkesempatan untuk telanjang dan mencoba tenar ketika kembali ke rumah dan kampus.”

Menurutnya, para wanita seperti itu hanyalah korban dari sebuah “permainan kebebasan”. Justru dengan hal seperti itu, katanya, para wanita akan terus menerus dipandang sebagai objek seks, sesuatu yang harus “dibeli” atau “dijual”.

Tapi, Hetti Reed, mahasiswa Universitas Warwick, yang ikut berpose mengatakan bahwa foto kalender tersebut bukanlah pornografi. “Ada beberapa orang sedih ‘di luar sana’ dan hanya membuang-buang waktu mengritik orang untuk membuat kalender amal,” katanya.

“Kalender ini dibuat tidak norak, malah ada ‘rasanya ‘- jika Anda melihat gambar, itu benar-benar bagus, entah itu telanjang atau tidak.”

“Saya percaya bahwa wanita perlu kesetaraan dan menurut saya, jika laki-laki di klub dayung kami mampu membuat kalender telanjang, kami harus memiliki hak untuk melakukan hal serupa, tanpa komentar menghinda dan memfitnah. Itulah kesetaraan,” ujar Reed.

Apalagi pembuatan kalender tersebut, katanya, juga menghasilkan pendapatan dan nantinya akan disumbangkan. “Apa yang salah?” tanya Reed. Ia membantah bahwa foto seperti justru merendahkan martabat perempuan.

“Amal yang kami pilih adalah salah satu yang penting bagi kami karena ada ibu dari seorang gadis yang kena kanker payudara. Jadi dukungan terhadap Macmillan Cancer Support adalah hal terbaik bagi kami.”

“Kami marah bahwa beberapa orang menganggap kalender kami sebagai kemunduran bagi perempuan. Saya tak menganggap perlu menjadi feminis dengan seperti itu, karena saya memang tak butuh.

Menjadi feminis yaitu tentang perlakuan yang sama bagi perempuan dan laki-laki. Dengan cara begitu wanita adalah feminis. Saya tidak akan menganjurkan pribadi saya sebagai seorang feminis”.

Aksi bugil di kalender, juga dilakukan oleh sejumlah pramugrari dari Mexicana Airlines. Ketika maskapai itu mengalami kebangkrutan, sebanyak 10 pramugari rela berfoto seksi dengan bikini. Itu dilakukan karena mereka tidak mendapatkan bayaran dari pihak perusahaan. Mereka tampil menantang dengan pakaian seragam yang telah dirombak. Mereka rela mengeluarkan uang sekitar US$8.000 untuk menutup biaya produksi tersebut.

Foto itu yang diambil pada Agustus 2011 itu juga untuk kepentingan kalender. Kalender itu dicetak sebanyak 1.000 eksemplar dengan dibanderol US$12 sebelum dirilis.

“Tujuannya adalah untuk membantu diri kami sendiri karena kami kehilangan segalanya dalam semalam,” kata Maribel Zavala, salah satu pramugari yang ikut pose dalam kalendar tersebut.

Mexicana Airlines, salah satu maskapai tua di dunia, memiliki utang sebesar US$800 juta. Akhirnya mereka menutup semua penerbangannya. Pihak maskapai sempat mengajukan perlindungan kebangkrutan setelah para pliot dan pramugari menolak pemotongan gaji sebesar 40 persen. Ehmm..Anda mau bugil di kalender? NYDailynews/Dailymail

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s