Yu Youzhen: Penyapu Jalan Dengan Kekayaan Rp15 Miliar

SETIAP hari Yu Youzhen bangun pukul 03.00 pagi. Meski sudah 53 tahun, dengan memakai seragam oranye-nya, ia masih setia memungut sampah-sampah di jalanan distrik Wuchan, Provinsi Hubei, China. Ia bekerja selama enam jam sehari.

Tapi, siapa sangka bahwa Yu adalah seorang yang kaya denganmemiliki 17 flat (rumah sewa) senilai 10 juta Yuan atau sekitarRp15,5 miliar. Meski memiliki kekayaan sebesar itu, Yu tetap tak mau berhenti bekerja sebagai penyapu jalanan.

“Saya ingin menjadi panutan bagi anak-anak saya,” kata Yu. “Saya tidak ingin duduk bermalas-malasan dan hanya makan dari keberuntungan saya”.

“Anak saya pernah tinggal di rumah selama dua bulan, dan aku terus memarahi dia selama waktu itu. Sekarang ia bekerja dengan cukup baik…”

“Di kemudian hari ia mengatakan kepada saya, apa yang dikatakan saya adalah benar. Aku khawatir ia akan bergaul dengan orang jahat dan merusak keluarga kami.”

Yu melihat ada tetangganya yang dengan kekayaannya hanya menghamburkan uang untuk obat-obatan terlarang dan terlibat dalam kejahatan. Ia tidak ingin keluarganya seperti itu.

Ia ingin menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa meski sudah kaya bukan berarti berhenti bekerja dan bermalas-malasan. Karena orang yang kaya itu lahir dari sebuah upaya kerja keras. Selama empat dekade ia bekerja serabutan dari seorang petani, koki, dan penyapu jalanan.

Ia tidak ingin memberi contoh kepada anaknya hanya hidup dengan mengumpulkan uang sewa sebagai cara hidup. Bagi Yu, gaya hidup seperti itu tidak baik untuk jangka panjang.

Rejeki nomplok Yu itu datang lima tahun silam, ketika ia menjual tanah miliknya di Desa Donghu, dekat kota Wuhan, ibukota provinsi, yang dibeli oleh pemerintah untuk pengembangan properti. Dari situlah, ia kemudian memanfaatkan uang penjualan tanahnya untuk persewaan rumah. Ia membangun flat beberapa lantai.

Yu bekerja sebagai penyapu jalanan selama enam hari kerja, dengan gaji Rp2,2 juta per bulannya sejak tahun 1998. “Kerja bukan hanya tentang gaji, tapi agar tetap fokus. (Karena) kemalasan menimbulkan segala macam kebiasaan buruk,” kata Yu.

Fu Guoju, kepala kantor Biro Manajemen Perkotaan Distrik Wuchang, menilai Yu sebagai pekerja yang rajin dan tak pernah terlambat bekerja. Dan hanya meminta tiga hari cuti dalam 14 tahun terakhir, karena menghadiri pemakaman ayah dan ibu mertuanya.

Anaknya, Liang (33), saat ini bekerja sebagai sopir di desa rumahnya dengan gaji sekitar Rp1,8 juta per bulan, sedangkan anaknya perempuan di bioskop dengan gaji sekitar Rp3,1 juta per bulan.

Yu dibesarkan dari keturunan keluarga yang tak mampu. Ia dulu sebagai petani sayuran di Donghu Lake, Hongshan. Ia bekerja keras di ladang dan mengangkut beban berat di punggungnya untuk diantar ke pasar setiap hari.

Pada 1980-an, ia dan suaminya menggunakan uang simpanannya untuk membangun tiga rumah lima lantai di desanya dan menyewakannya. Dari situlah, Yu memiliki pendapatan sampingan selain bekerja sebagai petani. Tapi, ia bersama suaminya memilih pindah ke Shenzhen karena ingin mendapatkan pengalaman lainnya.

Sekarang Yu mendadak menjadi orang terkenal di China, setelah sejumlah media melaporkan hal itu Januari kemarin. Sampai-sampai Partai Komunis dengan cepat memanfaatkan sosok Yu sebagai teladan yang memiliki etos kerja.

Yu dianggap sebagai sosok yang mencintai pekerjaan dan menjalani kehidupan yang bermakna. “Yu Youzhen memberi kita titik awal yang baik,” kata editorial Beijing News, media milik pemerintah. Telegraph/South China Morning Post/Business Insider

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s