Mahfud MD: Cinta Bersemi di Atas Vespa

TAK hanya seorang pemalu, Mahfud MD (56) juga seorang “penakut” menjalin cinta alias pacaran di kala muda. Orang tuanya selalu mewanti-wanti bahwa hubungan wanita dan laki-laki dianggap suci, sehingga tidak boleh terlihat akrab di tempat umum.

“Itu tidak boleh. Haram, ” kata Mafhud. Berpacaran, menurutnya, dianggap bertemu dengan orang yang bukan muhrimnya. Pesan orang tuanya itu dipegang Mahfud sampai akhirnya menikah dengan gadis pujaannya asal Jember, Jawa Timur, Zaizatun Nihayati (54) alias Yatie.

Kisah cinta itu diceritakan detil oleh penulis Rita Triana Budiarti, dalam biografi “Mahfud MD Terus Mengalir” setebal 600 halaman, yang diluncurkan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Senin (4/3). Rita, mantan wartawan majalah Gatra, menulis biografi itu selama lima bulan: dua bulan wawancara dan selebihnya proses penulisan.

Rita menulis bahwa Mahfud bertemu dengan Yatie ketika sama-sama di Himpunan Mahasiswa Islam, saat kuliah di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Yatie boleh dibilang wanita yang lain dibandingkan mahasiswi lainnya. “Pada saat temannya naik becak atau mobil angkot ke kampus, Yatie sudah membawa sepeda motor (vespa warna cokelat, red) sendiri,” cerita Mahfud kepada Rita.

“Bahkan, karena kendaraannya itu, ia sampai mendapatkan julukan “si vespa cokelat”. Sedangkan saya masih naik angkot,” ujar Mahfud. Di atas vespa itulah, benih-benih asmara mereka tumbuh. Karena memiliki vespa, Yatie  disuruh mengantar undangan rapat ke pengurus HMI dan Mahfud diminta untuk menemaninya. “Pergilah mereka berdua dengan vespa itu…Yatie dibonceng,” kata Rita, juga penulis buku Di Balik Layar Laskar Pelangi itu.

“Bagi Mahfud, peristiwa mengantar undangan itulah yang mendekatkan pada Yatie,” kata Rita. Sejak itu, Mahfud pun mulai berani ke kost Yatie.

Rita juga baru tahu gaya pacaran Mahfud di saat mendekati Yatie, anak seorang petani tebu, juga pemilik pondok pesantren An-Nidzom itu. “Pak Mahfud  bertamu ke rumahnya. Tapi ia malah enggak ngobrol, tapi duduk diam dan baca buku. Ia enggak pernah menyatakan cinta,” tutur Rita saat berbincang dengan Jurnal Nasional.

Ternyata, Yatie sempat jengkel dengan gaya Mahfud seperti itu. Ia pun berinisiatif menanyakan langsung ke Mahfud. “Kalau kamu seneng sama saya, bilang sama orang tua saya,” kata Yatie. Tapi ketika ditanya begitu, Mahfud malah diam saja.

Lalu, Yatie bilang lagi,”Kamu itu ke sini terus, itu saya jadi enggak enak, nanti saya kan enggak laku,” katanya kepada Mahfud.

Toh, akhirnya, Yatie menerima cinta Mahfud, meski tak pernah benar-benar “ditembak” langsung. “Dia hanya mengatakan kalau dia berprestasi,” kata Yatie. Setelah itu, mereka selalu terlihat berdua dengan vespa cokelat. Mereka terkenal di kalangan dosen karena gaya pacarannya dengan vespa itu.

“Tapi mereka tidak pernah menonton film berdua-duaan di bioskop. Kalau pun menonton film, biasana mereka pergi beramai-ramai dengan kawan-kawannya,” tulis Rita.

Untuk menikahi Yatie, sebelumnya Mahfud harus menjalani layaknya fit and proper test sebagai hakim konstitusi di DPR. Ia diajak oleh ayah Yatie, Sya’roni Abdillah ke beberapa kiai Nahdlatul Ulama untuk dinilai apakah layak menjadi suami Yatie, salah satunya ke KH Masruri Abdul Mughni  di Ponpes Benda Bumiayu. Mahfud pun dinilai bagus dan cocok untuk jadi menantu Sya’roni. “Bagus! Terutama dalam segi ke-NU-annya,” ujar Mahfud tertawa dalam hati. Karena, ucapan kiai Masruri itu dalam bahasa Arab, dikiranya Mahfud tidak paham.

Setelah lulus ujian itu, mereka pun menikah pada 2 Oktober 1982. Pernikahannya kini sudah memasuki umur  30 tahun atau kawin mutiara. Ia diberi karunia tiga anak: Ikhwan Zein, Vina Amalia, dan Royhan Akbar.

Banyak cerita lain yang dikisahkan laki-laki kelahiran Sampang, Madura, Jawa Timur pada 13 Mei 1957 itu dalam bukunya; mulai dari masa kecilnya, karir politik, dan masalah hukum di Indonesia.

**

GAYA ceplas-ceplos Rosiana Silalahi sebagai mantan presenter SCTV, ternyata belum hilang. Sebagai moderator acara, ia membuka acara dengan sindiran khasnya. Ia menyindir mulai pertemuan Mahfud di rumah Anas Urbaningrum sampai calon presiden pada Pemilu 2014.

“Menjadi presiden tidak hanya pintar bernyanyi, juga harus membuat album. Jadi sampai ini, perjalanan Pak Mahfud masih jauh,” kata Rosiana disambut ketawa, ketika mengomentari video rekaman yang menampilkan Mahfud melantunkan shalawat nabi.

“Sebagai kader NU ada yang bisa menyanyi, kenapa PKB malah melirik raja dangdut,” katanya. “Dia seorang kesatria konstitusi berbeda dengan kesatria bergitar. Ini PKB kurang ajar, kok yang digadang-gadang Rhoma Irama,” kata Rosi, kembali disambut ketawa.

Tak hanya Rosiana yang mengocok perut undangan. Namun, budayawan Emha Ainun Najib lebih gila lagi membuat hampir semua orang terpingkal-pingkal. Ia pun setuju dan merekomendasikan jika Mahfud maju sebagai calon presiden. “Jika tidak ada perubahan politik saat ini maka ya jadi presiden,” kata Emha.

“Saya seneng setiap hari kalau memang jadi presiden. Karena nanti pesawat ke Surabaya banyak di isi oleh orang Madura,” kata Emha dan orang pun kembali terpingkal-pingkal.

Mahfud merasa senang dengan buku biografinya ini. “Saya bercerita di situ dengan jujur,” kata dia usai acara. “Bagusanya cerita ini karena bisa menggambarkan apa sesungguhnya dan bisa dinikmati orang biasa, pejabat, maupun profesi yang berbeda-beda.”

Sebulan lagi, tepatnya 1 April 2013, Mahfud akan lengser dari jabatannya sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi. Ketika Jurnal Nasional bertanya, mau apa setelah turun jabatan, Mahfud menjawab bahwa dirinya akan kembali mengajar. Biasanya dia mengajar hanya setiap pekan, tapi setelah tidak menjabat ia bisa mengajar setiap hari.

Selain itu, ia juga bisa mengikuti kegiatan kemasyarakatan termasuk aktivitas politik, sehingga lebih leluasa. “Saya lebih leluasa berbicara karena saya tidak terikat lagi oleh kode etik sebagai hakim,” ujarnya.

“Sehingga banyak hal yang mungkin dulu terbentur kode etik, mungkin besok akan saya buka dan bicarakan kepada publik sebagai milik masyarakat. Itu saja, jadi lebih bebas,” kata penyuka cerita silat, Kho Ping Hoo itu.

Apakah akan mencalonkan diri sebagai capres 2014? Mahfud menjawab,”Saya belum mau berkomentar.” Ditunggu, sampai 1 April ya pak…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s