Sean Penn: Pembela Chavez di Amerika Serikat

SAYA kehilangan seorang teman. Pikiran saya ada di keluarga Presiden Chavez dan rakyat Venezuela,” kata Sean Penn, aktor Hollywood, Amerika Serikat, begitu mendengar Presiden Venezuela Hugo Chavez meninggal, pekan lalu.

“Hari ini rakyat Amerika Serikat kehilangan seorang teman, yang tak pernah tahu itu dan orang-orang miskin di seluruh dunia kehilangan seorang juara,” kata Penn.

Chavez memang dikenal dekat dengan beberapa orang film, seperti sutradara Oliver Stone, yang terkenal lewat film JFKNatural Born Killers, dan Nixon. Pada 2009, ia membuat sebuah dokumenter, South of the Border, yang berkisah tentang tujuh tokoh kiri di Amerika Latin, salah satunya Chavez.

Mendengar kabar duka itu, Oliver menulis dalam akun Twitter miliknya, “Hugo Chavez akan hidup selamanya dalam sejarah. Temanku, akhirnya beristirahat dengan damai selamanya.” Chavez dan Stone beberapa kali bertemu, termasuk ketika di Venice Film Festival 2009.

Chavez juga dekat dengan aktor Danny Glover, yang terkenal lewat Leathal Weapon, selama hampir delapan tahun. Ia ikut merayakan kemenangan Chavez di Pemilu 2012. Pada 2007, Glover menerima US$18 juta dari kongres Venezuela untuk membuat film tentang pemberontakan budak di Haiti.

Penn bukan hanya seorang aktor, ia juga aktivis sosial dan politik. Ia ikut sebagai sukarelawan ketika Badai Katrina 2005 dan gempa bumi di Haiti pada 2010. Ia berkunjung ke Iran dan Pakistan dalam acara politik dan sosial.

Penn kenal dengan pemimpin sosialis itu pada 2007. Bahkan, Desember lalu, ia menyempatkan diri berangkat ke Bolivia, untuk acara doa bersama kesembuhan Chavez dari kanker. Ia secara terbuka mendukung dan menilai Chavez sebagai model seorang demokrat.

Ia membuat geger publik Amerika Serikat, ketika menulis surat terbuka kepada Presiden George W Bush pada 18 Oktober 2002. Untuk tulisan itu, ia mengeluarkan US$56 ribu sebagai iklan di halaman pertama The Washington Post. Ia memprotes kebijakan Bush dalam invasi ke Afganistan dan Irak.

“Tidak akan ada pembenaran atas tindakan Al Qaeda. Juga ngerinya tirani, Saddam Husein. Namun, bom yang dibalas dengan bom, mutilasi dengan mutilasi, membunuh dengan membunuh, adalah seperti pola negara ini yang tidak bisa dihentikan,” tulis pemenang Oscar 2008 lewat Milk itu.

Chavez memuji tulisan terbuka Penn, meski belum kenal saat itu. Chavez banyak mengutip tulisan itu untuk pidato politiknya. Ketika bertemu di Caracas, Chavez mengatakan, “Selamat datang di Venezuela, Mr Penn. Apa yang mendorongnya (datang) adalah sebuah kesadaran, mencari jalan baru,” katanya, “Dia adalah penentang terbesar invasi Irak.”

Penn membantu Chavez di kampanye politiknya pada pemilu terakhirnya tahun lalu. “Terima kasih banyak untuk mengunjungi kami lagi, sahabatku,” ujar Chavez saat itu. “Kita semua orang Amerika, dari utara, tengah, selatan. Hidup benua Amerika.”

Aktor kelahiran 17 Agustus 1960 itu memang lain dari bintang Hollywood lainnya. Ia sering tidak percaya dengan Hollywood, padahal dari sanalah namanya tenar. “Ini bukan hal yang nyata,” katanya suatu kali.

“Kamu tidak tahu bahwa aku memiliki persahabatan dengan Hugo Chavez, Anda hanya melihatnya sepotong-potong,” katanya.

“Hal pertama yang aku akan katakan adalah bahwa kita tahu kebohongan lebih banyak tentang dia (Chavez) di Amerika Serikat daripada kita mengetahui kebenarannya. Jika kamu ingin komentar dari aku tentang Chavez, aku akan mengatakan bahwa, untuk saat ini, dia jauh lebih positif bagi Venezuela daripada dia adalah negatif. ”

Penn memang jatuh cinta dengan pemikiran Chavez tentang ide-ide sosialismenya. Ia menyampaikan hal itu dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi di Amerika Latin, La Nueva Televisora del Sur (TeleSUR).

Penn juga membela Chavez ketika dihujat sebagai diktator oleh media-media Amerika Serikat. Penn tampil di HBO dalam sebuah acara bincang-bincang. “Kita terhipnotis oleh media,” kata pemenang Oscar 2003 melalui Mystic River.

“Setiap hari, pemenang pemilu ini (Chavez) disebut diktator di sini (Amerika Serikat), dan kita hanya mengiyakan. Dan inilah media mainstream. Seharusnya ada semacam penjara tersendiri untuk jenis kebohongan seperti ini,” katanya. Begitulah, gaya Penn ketika membela sahabatnya, Chavez.

 BBC/The Hollywood Reporter/Reuters/The Guardian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s