Canggihnya Si “Kacamata Google”

MEMAKAI kacamata ini sepertinya hanya mungkin dipakai oleh para bintang film Star Trek. Tapi, teknologi terus berevolusi dan sekarang memungkinkan seseorang bisa memakai kacamata sejenis itu di kehidupan nyata.

Itulah “kacamata Google” (Google Glass). Teknologi kacamata yang diarahkan kepada konvergensi media internet. Tidak hanya sekedar berrfungsi sebagai alat bantu penglihatan. 

Pekan lalu, di South By Southwest, Texas dalam sebuah pameran teknologi, seorang desainer Google mendemonstrasikan model kacamata itu kepada khalayak. “Ini inovasi baru yang luar biasa,” tulis Dailymail, Senin (18/3).

Sebelumnnya, perusahaan Apple dan Samsung menggarap teknologi berbasis komputasi pada jam tangan pintar (smart watches) dan Google mengembangkan sepatu yang berbicara (talking shoes).  Tapi alat yang satu ini bisa untuk merekam dalam bentuk video, pencarian internet (searching) atau mengirim email. Semuanya itu cukup perintah dari suara pemakainya.

Untuk fungsi penglihatan, memang tidak terlalu spesial. Bagi para kutu-buku, kacamata ini memberikan kecanggihan tersendiri yaitu “augmented reality”.

Tapi apa sebenarnya “augmented reality“? Yaitu setiap kacamata dilengkapi dengan kamera dan peramban internet (web-browser) mini yang menampilkan informasi digital dalam layar kecil – letaknya di depan dan sedikit di atas mata pemakainya.

Di bagian tangkai frame kacamata terdapat alat yang berfungsi secara sentuhan, sehingga kita tinggal menekan dengan jari ke atas atau ke bawah. Anda juga dapat menggulirkan teks atau memilih sesuatu di layar. Perangkat ini dilengkapi dengan speaker kecil, mikrofon, dan sensor gerak untuk merespon perintah pemakaian. “Kacamata Google” mirip sekali dengan fungsi smartphone.

Tak hanya itu kemampuan kacamata canggih ini. Ia juga bisa membantu pemakainya melihat gambar dan menampilkan berita secara penuh. Alat ini sangat membantu saat mengemudikan kendaraan karena bisa berfungsi sebagai Global Positioning System (GPS).

“Mengidentifikasi lokasi Anda dan memberikan tanda melalui Google Maps. Ajukanlah sebuah pertanyaan dan jawabannya akan muncul di layar,” demikian desainer mendemonstrasikan. Alat ini juga sensitif dengan gerakan mata dan kepala.

Alat ini diharapkan dapat dirilis ke pasar pada akhir tahun ini dengan harga sebesar US$ 1.500  atau sekitar Rp15 juta. Barangkali untuk pecandu teknologi, harga tersebut masih terjangkau dan bersedia membayarnya.

Bahkan, ketika ditawarkan ke eBay bulan ini, ada yang menawar setinggi US$ 16.000 atau sekitar Rp160 juta. Tapi, pelelangan dibatalkan karena vendor masih belum yakin dengan ketersediaan barang.

Memang beberapa yang mencoba kacamata tersebut masih belum merasa nyaman dengan layar di depannya. Ada yang mengeluhkan layar kecil sehingga sulit membaca.

Ada juga yang mengatakan bahwa nantinya bakal membuat teman-teman dan keluarga merasa tidak nyaman. Karena si pemakai barangkali akan lebih fokus pada berita yang muncul di layar daripada berbicara dengan orang di depannya.

Yang dikeluhkan dan paling mengkhawatirkan dari kacamata ini adalah penyalahgunaan untuk memotret dan mengambil rekaman video. Beberapa orang takut alat tersebut akan digunakan secara “candid camera” (kamera tersembunyi) karena sangat mudah untuk melakukan itu.

Apalagi, menurut pendiri Google Sergey Brin, perusahaan berencana melengkapi kacamata tersebut dengan mode pengambilan gambar secara otomatis.

Scott Cleland, seorang analis internet, mengatakan teknologi “kacamata Google” akan mencemaskan soal kepentingan privasi. “Katakanlah Anda sedang berduaan dengan pacar di Starbucks dan seseorang di sebelah Anda sedang merekam percakapan Anda di kacamata Google,” ia mencontohkan.

“Ingat, kacamata tidak memiliki kapasitas penyimpanan sehingga semua informasi yang kembali ke pusat data Google.”

Pickles Nick, aktivis Inggris Big Brother Watch yang mengkampanyekan soal privasi, mengatakan bahwa fungsi kacamata yang bisa memotret otomatis adalah suatu hal yang sepele. Tapi, yang lebih gawat dari hal itu adalah, “Orang yang di samping Anda, mereka adalah agen Google.”

Mark Hurst, dari sebuah perusahaan kreatif di New York memandang alat tersebut akan populer 10 tahun dari sekarang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s