Wasiat Terakhir dari Gang Jambu

Rumah Henk Ngantung akan dijadikan taman publik. Pemprov DKI menyediakan anggaran Rp 9 miliar untuk membeli lahan seluas sekitar 2 ribu meter persegi itu.

HARI masih pagi ketika Hetty meminta kepada anaknya untuk dibawa ke rumah sakit. Ia mengeluh sakit pinggang. Seumur-umur baru kali itu Hetty sambat sakit kepada anaknya. Kalau pun sakit tak pernah ia minta diantar ke rumah sakit.

Kamang Solana Ngantung, anak yang ketiga, mengantar Hetty ke RS Universitas Kristen Indonesia, Cawang, Jakarta Timur. Lokasi yang tak jauh dari rumahnya di Gang Jambu, Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jaktim.

Di rumah sakit, dokter mendiagnosa ada cairan di paru-paru imbas dari penyakit darah tinggi. “Dua tahun terakhir Mama mengkonsumsi obat darah tinggi,” kata Kamang.

Dua hari dirawat, Rabu (3/9), ternyata Tuhan memanggilnya sekitar pukul 19.38 WIB. Hetty menyusul suaminya, Henk Hendrik Hermanus Joel Ngantung, mantan Gubernur Jakarta, yang lebih dulu meninggal pada 12 Desember 1991.

**

Henk Ngantung, begitu dia dikenal. Pelukis handal yang akhirnya masuk ke birokrasi karena ditunjuk Presiden Soekarno. Darah seniman Henk, sangat dibutuhkan Soekarno untuk membuat Kota Jakarta benuansa seni. Henk ditunjuk sebagai wakil gubernur, membantu Gubernur Soemarno waktu itu. Pembangunan sejumlah patung-patung yang berdiri tegak sekarang digagas di era Henk, atas prakarsa Soekarno. Salah satu sketsanya adalah Patung “Selamat Datang” di Bundaran Hotel Indonesia.

Henk naik menjadi Gubernur Jakarta periode 1964-1965, menjadi gubernur ketujuh. Hanya setahun ia memimpin, Jakarta geger Gerakan 30 September (G30S). Henk, yang aktif di organisasi kebudayaan sayap kiri Lembaga Kebudayaan Rakyat (Lekra), kena imbas. Henk dicap sebagai bagian dari Partai Komunis Indonesia (PKI) lantaran Lekra sejalan dengan ideologi PKI. Namun, di satu sisi, ia memiliki andil besar bagi sejarah bangsa ini.

**

Perempuan 75 tahun itu meninggalkan jejak kenangan tak terlupakan bagi keempat anaknya – dua perempuan, dua laki-laki. “Mama itu seorang fighter, enggak pernah ngeluh,” kata Kamang.

Sehari-hari Hetty Eveliene Ngantung Mamesah, begitu nama lengkapnya, tinggal sederhana. Ia hanya mengandalkan gaji pensiun suaminya Rp 830 ribu per bulan. Meski berumur, ia termasuk wanita penyokong Joko Widodo naik menjadi Presiden RI ketujuh. Ia aktif menjadi relawan. “Di rumah juga dijadikan posko relawan,” kata Kamang.

Pada 12 Agustus lalu, sejumlah relawan ikut merayakan ulang tahun perempuan berdarah Manado itu-Henk juga berasal dari daerah Manado.
Kondisi kehidupan Hetty inilah yang membuat Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) merasa iba. Selama setahun terakhir, dari kantong pribadinya, ia membantu Hetty Rp 3 juta per bulan. Ahok mengenalnya sebagai orang Kristen yang taat beribadah. “Bu Hetty ini rajin sekali ikuti (ibadah) Pelayanan (di gereja), kita patut contoh dia,” ujar Ahok.

Sejak Rabu malam hingga Jumat (5/9) siang, jasad Hetty disemayamkan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat. Ia baru dikebumikan di unit Kristen TPU Menteng Pulo, Jakarta Selatan, sekitar pukul 14.30 WIB, Jumat. Satu liang lahad dengan Henk.

Sanak keluarganya mengiringinya. Upacara pemakaman diambil alih Pemprov DKI Jakarta. Jokowi-Ahok tak terlihat, hanya dua karangan bunga dari mereka berdiri di dekat makam. Sehari sebelumnya Ahok sudah melayat ke rumah sakit.

Taman Henk Ngantung
Sebelum meninggal Hetty rajin bertemu Ahok. Ada hal yang sering dibicarakan mereka. Menurut Kamang, salah satunya soal rumah yang akan dibeli pemprov.

Ahok mengakui bahwa pemprov akan membeli rumah Henk Ngantung yang seluas 2.444 meter persegi itu. Menurut dia, lahan rumah tersebut akan diubah menjadi ruang terbuka hijau atau taman. “Kami tinggal tunggu kesiapan anak-anaknya,” katanya.

Lahan itu rencana mau dibuat taman, lapangan futsal, lahan refleksi, hingga permainan anak-anak. Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Nandar Sunandar mengatakan, anggaran untuk membeli telah disediakan dalam Anggaran Penerimaan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2014 sekitar Rp 9 miliar. Menurut dia, lahan akan dibeli sesuai harga nilai jual objek pajak (NJOP).

Kamang mengatakan, hingga kini proses negosiasi masih dilakukan. “Rencananya mau dinamakan Taman Henk Ngantung. Tapi kami belum putus harga. Ahok dulu bilang ke Mama, lahan mau dibeli dengan harga pasaran, makanya Mama setuju. Tapi sepertinya bakal dibeli sesuai NJOP,” kata Kamang. Soal taman itulah, kata Kamang, yang menjadi pesan atau wasiat terakhir Hetty kepada anak-anaknya.

ANDI NUGROHO |DIAN RISKI ROSMAYANTI

 

#Dimuat di HARIAN NASIONAL, Minggu 7 September 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s